Puji Pertemuan Gedung Putih, Presiden Zelensky: Demonstrasi Persatuan Sejati AS-Eropa
JAKARTA - Presiden Volodymyr Zelensky memuji pertemuan dirinya bersama sejumlah pemimpin sekutu Eropa dengan Presiden Donald Trump sebagai demonstrasi persatuan sejati Amerika Serikat dan Eropa.
Presiden Zelensky bersama Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, PM Inggris Keir Starmer, Presiden Finlandia Alexander Stubb, Presiden Prancis Emmanuel Macron, PM Italia Giorgia Meloni, Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Sekjen NATO Mark Rutte menggelar pertemuan di Gedung Putih, Washington DC, Hari Senin.
"Terima kasih kepada Presiden Trump atas undangan dan format khusus pertemuan kita hari ini. Terima kasih kepada semua pemimpin yang hadir bersama kita hari ini," tulisnya di media sosial X seperti dikutip 19 Agustus.
"Hari ini merupakan langkah penting, sebuah demonstrasi persatuan sejati antara Eropa dan Amerika Serikat. Para pemimpin datang secara langsung untuk mendukung Ukraina dan membahas segala hal yang akan membawa kita lebih dekat kepada perdamaian sejati, sebuah arsitektur keamanan yang andal yang akan melindungi Ukraina dan seluruh Eropa," lanjutnya
"Kami terus bekerja, mengoordinasikan langkah-langkah kami di antara semua sekutu yang berupaya mengakhiri perang secara bermartabat. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu," tandas Presiden Zelensky.
Presiden Trump dan Presiden Zelensky berbicara secara tertutup sebelum bergabung dengan para pemimpin Eropa lainnya selama lebih dari dua jam perundingan multilateral.
Sumber dari delegasi Eropa mengatakan, Presiden Trump telah memberi tahu para pemimpin Eropa, Presiden Putin menyarankan agar Ia bertemu langsung dengan Presiden Zelensky terlebih dahulu.
Presiden Zelensky menggambarkan pembicaraan langsungnya dengan Presiden Trump sebagai "sangat baik" dan mengatakan mereka membahas kebutuhan Ukraina akan jaminan keamanan AS.
"Ini sangat penting, bahwa Amerika Serikat memberikan sinyal yang kuat dan siap untuk jaminan keamanan," katanya.
Presiden Trump mengatakan negara-negara Eropa akan menjadi "garis pertahanan pertama karena mereka ada di sana, tetapi kami akan membantu mereka."
Baca juga:
- 80 Tahun Kementerian Luar Negeri, Menlu Sugiono: Diplomat Sering Mengorbankan Kenyamanan Pribadi
- Amerika Serikat Menjamin Keamanan Ukraina dalam Kesepakatan Damai dengan Rusia
- Amnesty Internasional Sebut Israel Menjalankan Kebijakan Kelaparan yang Sengaja di Gaza
- Korban Tewas Akibat Agresi Israel di Gaza Tembus 62 Ribu Jiwa, 263 di Antaranya karena Kelaparan
Pekan lalu, Presiden Zelensky mengamankan dukungan dari dari Uni Eropa dan NATO jelang pertemuan Presiden Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska, Jumat lalu, dikutip dari Reuters.
Dukungan itu sangat penting di tengah kekhawatiran Presiden Trump dan Presiden Putin akan mencoba mendikte persyaratan untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama 3,5 tahun tersebut.
Presiden Trump sendiri telah mendesak agar perang paling mematikan di Eropa dalam 80 tahun itu segera diakhiri. Perang itu telah menewaskan atau melukai lebih dari satu juta orang dari kedua belah pihak, termasuk ribuan warga sipil yang sebagian besar berasal dari Ukraina, menurut para analis, dan menghancurkan sebagian besar wilayah negara tersebut.