Bagikan:

JAKARTA - Amnesty International dalam laporannya yang disusun untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa dan lembaga swadaya masyarakat, Jalur Gaza, Palestina berada di ambang bencana kelaparan yang akan segera terjadi.

Setelah mewawancarai 19 warga Palestina yang mengungsi dan dua tenaga medis yang merawat anak-anak yang kekurangan gizi, organisasi tersebut menyatakan, "Israel sedang melakukan kampanye kelaparan yang disengaja di Jalur Gaza yang diduduki, secara sistematis menghancurkan kesehatan, keselamatan, dan tatanan sosial kehidupan Palestina," dikutip dari WAFA 18 Agustus.

Organisasi tersebut menjelaskan, kesaksian yang dikumpulkannya menegaskan, "hasil yang disengaja dari rencana dan kebijakan yang dirancang dan dilaksanakan oleh Israel selama 22 bulan terakhir dengan sengaja memaksakan kondisi kehidupan kepada warga Palestina di Gaza yang diperkirakan akan menyebabkan kehancuran fisik mereka, dan merupakan bagian dari genosida yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina di Gaza."

Sebelumnya, Amnesty International menuduh Israel melakukan "genosida sejak 7 Oktober 2023" pada April lalu.

Terpisah, rumah sakit Jalur Gaza mencatat lima kematian akibat kelaparan dan malnutrisi dalam 24 jam terakhir, termasuk dua anak-anak, sehingga total korban tewas akibat kelaparan dan malnutrisi mencapai 263 jiwa, termasuk 112 anak-anak.

Sementara, sumber medis di Gaza mengonfirmasi, jumlah korban tewas di Gaza hingga Hari Senin telah mencapai 62.004 jiwa, mayoritas anak-anak dan perempuan, sementara korban luka-luka mencapai 156.230 orang.