Korban Pelecehan Eks Rektor UP Bicara: Saya Dituduh Ani-ani, Dimutasi Tanpa Tahu Masalahnya Apa
JAKARTA - "Saya bukan mengada-ada, saya dibilang wanita nggak bener, ani-ani (simpanan). Saya itu benar keadaannya, bukan saya mengada-ada," ujar RZ, salah satu korban dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh mantan Rektor Universitas Pancasila (UP) berinisial ETH.
RZ menyampaikan pengakuan tersebut dalam audiensi bersama Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Mei.
Suara RZ terdengar tegas, namun tidak bisa menyembunyikan luka yang ia rasakan. Selain menjadi korban pelecehan, ia juga mengaku mendapat perlakuan tidak adil dari pihak kampus, termasuk pemutasiannya tanpa alasan yang jelas.
“Tiba-tiba saya dimutasi, saya tidak tahu salah saya apa. Saya juga tidak diizinkan menghadiri acara besar kampus yang dihadiri oleh beliau (ETH),” kata RZ dikutip dari Antara.
Wamenaker: Kampus Bukan Pasar Mesum
Menanggapi kasus ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer menegaskan bahwa kampus harus menjadi ruang aman bagi semua, bukan tempat tumbuhnya praktik amoral.
“Kampus ini bukan pasar mesum. Bahkan di pasar yang ‘begitu-begituan’ pun saya yakin punya etika dan attitude,” kata Noel, sapaan akrab Immanuel, di hadapan pengurus Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP).
Ia menilai peristiwa ini sebagai sesuatu yang sangat memprihatinkan dan mendesak pihak kampus untuk bersikap tegas serta aktif menjadi pelapor kasus pelecehan seksual.
“Kalau Universitas Pancasila punya komitmen, hari ini harusnya mereka jadi pelapor. Karena ini terjadi di dalam kampus. Jangan diam,” tegas Noel.
Noel juga menyoroti bagaimana korban tak hanya mengalami pelecehan, tetapi juga tertekan secara struktural. Ia berharap audiensi ini menjadi jembatan untuk solusi konkret.
“Korban sudah kena pelecehan, kemudian dieliminasi dari struktur kerja. Artinya dia mengalami dua kali penderitaan. Kita ingin cari solusi terbaik, jangan biarkan korban sendirian,” ucapnya.
Baca juga:
Sebelumnya, Immanuel telah menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus dugaan pelecehan oleh ETH. Ia memastikan Kementerian Ketenagakerjaan akan terlibat aktif dalam mendampingi proses hukum dan pemulihan korban.
“Saya dari Kementerian Tenaga Kerja akan melakukan upaya maksimal dalam menyelesaikan kasus pelecehan seksual terhadap perempuan,” katanya.