Rupiah Rabu Diprediksi Melemah akibat Kebijakan Perang Dagang
Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Selasa, 4 Maret, Kurs rupiah spot ditutup naik 0,21 persen ke level Rp16.445 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup menguat 0,38 persen ke level harga Rp16.433 per dolar AS.
Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa tarif 25 persen untuk impor dari Meksiko dan Kanada akan mulai berlaku pada 4 Maret 2025 pada pukul 5.01 GMT. Selain itu, Trump juga menandatangani perintah untuk menaikkan tarif atas barang-barang China dari 10 persen menjadi 20 persen.
"Peningkatan tarif atas barang-barang China semakin menegangkan hubungan antara AS dan China. China berjanji akan mengambil tindakan balasan terhadap tarif AS untuk melindungi kepentingannya, sementara Kanada mempersiapkan pembalasannya sendiri, pemerintah mereka menyatakan pada hari Selasa," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Rabu, 5 Maret.
Menurutnya tarif ini diperkirakan akan meningkatkan ketidakpastian perdagangan, mengganggu rantai pasokan, dan melemahkan permintaan ekspor, sehingga merugikan pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor di pasar Asia.
Selain itu, penghentian sementara semua bantuan militer AS ke Ukraina dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih pada hari Senin menyusul bentrokan antara Trump di Ruang Oval dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy minggu lalu.
"Pasar telah melihat semakin jauhnya jarak antara Gedung Putih dan Ukraina sebagai tanda potensi meredanya konflik yang dapat berujung pada pencabutan sanksi bagi Rusia," jelasnya.
Ibrahim menyampaikan penghentian sementara tersebut menyusul laporan Reuters bahwa Gedung Putih telah meminta Departemen Luar Negeri dan Keuangan untuk menyusun daftar sanksi yang dapat dilonggarkan bagi pejabat AS untuk dibahas dengan perwakilan Rusia dalam beberapa hari mendatang sebagai bagian dari pembicaraan dengan Moskow, menurut sumber.
Sementara dari dalam negeri, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang patut diapresiasi sebab di tengah tantangan global yang berlanjut, Indeks Kepuasan Konsumen (IKK) tercatat di level ekspansif 127,2 pada Januari, sedangkan Indeks Penjualan Ritel (IPR) masih tumbuh positif 0,4 persen.
Ibrahim menyampaikan hal ini menjadi sinyal kuat bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga dan menjadi pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Sedangkan stabilitas konsumsi masyarakat tersebut ditopang oleh berbagai kebijakan pemerintah diantaranya diskon tarif listrik sebesar 50 persen pada Januari dan Februari 2025.
Ibrahim menyampaikan program ini tidak hanya membantu menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga berkontribusi pada terjadinya deflasi sebesar 0,09 persen secara tahunan pada Februari.
Di sisi lain, komponen Administered Price pun mencatat deflasi tajam hingga 9,02 persen, menjadi faktor utama penekan inflasi.
Baca juga:
Selain itu, tambahnya, pemerintah terus mempersiapkan langkah strategis menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2025. Operasi pasar, gerakan pasar murah, hingga pengawasan distribusi pangan diperkuat untuk menjamin harga kebutuhan pokok tetap terjangkau.
Ibrahim menyampaikan tak hanya kebutuhan pokok, insentif seperti diskon tarif tol dan pembebasan PPN untuk tiket pesawat juga digulirkan guna mendukung mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran.
"Melalui kebijakan ini dapat membantu masyarakat merayakan Idulfitri bersama keluarga tanpa terbebani biaya tinggi, sekaligus memberikan dorongan tambahan pada pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 5 Maret 2025 dalam rentang harga Rp16.430 - Rp16.500 per dolar AS.