Bagikan:

JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2025 diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk diketahui mengutip Bloomberg, pada hari Selasa, 18 Februari 2025, Kurs rupiah spot di tutup turun 0,31 persen ke level Rp16.278 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,41 persen ke level harga Rp16.275 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan terdapat ketidakpastian yang berkelanjutan atas rencana Presiden AS Trump terkait tarif perdagangan, ketika mengisyaratkan bahwa tarif timbal baliknya pada mitra dagang AS baru akan dikenakan pada bulan April.

"Namun laporan selama akhir pekan menunjukkan Uni Eropa sedang mempertimbangkan kontrol impor pada barang-barang AS tertentu, sebuah langkah yang dapat menandai peningkatan ketegangan perdagangan dengan AS," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Rabu, 19 Februari.

Trump minggu lalu mengenakan tarif 25 persen pada semua impor baja dan aluminium, meningkatkan kekhawatiran atas tindakan pembalasan dari negara lain. Selain itu, pasar tetap waspada terhadap suku bunga AS yang tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Ibrahim menyampaikan fokus investor minggu ini akan tertuju pada rilis risalah rapat Federal Reserve pada bulan Januari untuk mengukur bagaimana para pembuat kebijakan telah berupaya mempertimbangkan risiko perang tarif yang lebih luas menyusul kebijakan perdagangan Presiden Donald Trump.

Data minggu lalu menunjukkan harga konsumen AS meningkat pada laju tercepat dalam hampir 18 bulan pada bulan Januari, memperkuat pesan Fed bahwa mereka tidak terburu-buru untuk melanjutkan pemotongan suku bunga di tengah meningkatnya kekhawatiran ekonomi.

Sementara dari dalam negeri, Kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) 100 persen setahun bakal menantang untuk eksportir. Kebijakan ini utamanya akan menganggu stabilitas kas usaha. Selain itu, kebijakan yang sama juga akan mengubah struktur permodalan para pelaku industri yang masih menggunakan bahan baku impor.

Ke depan, pihaknya juga mensinyalir, para pelaku industri juga akan menanggung biaya yang lebih besar dari sebelumnya, terlebih modal kerja untuk melakukan impor berasal dari pinjaman bank. Dan kebijakan ini akan mengganggu arus kas eksportir, terutama bagi eksportir industri kecil dan sedang.

Industri masih punya celah untuk mengakali kebijakan DHE SDA. Caranya, dengan melakukan under invoicing atau menempatkan devisa secara ilegal di negara yang memberikan instrumen penempatan yang lebih menggiurkan.

Disinilah tingkat kepatuhan pengusaha akan diuji untuk implementasi kebijakan ini. Apalagi, jika belum adanya instrumen keuangan yang menarik dan fleksibel bagi para eksportir untuk melaksanakan DHE SDA. Selama 2024, berdasarkan catatannya, kebijakan DHE SDA PP 36/2023 hanya berhasil memasukkan 14 miliar dolar AS.

Capaian ini jauh di bawah target pemerintah 2023 sebesar 40-49 miliar dolar AS, meskipun tingkat kepatuhan diklaim hampir mencapai 90 persen. Adapun kebijakan DHE SDA ini diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa sehingga fluktuasi nilai tukar

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 19 Februari 2025 dalam rentang harga Rp16.280 - Rp16.320 per dolar AS.