Teledor Berulang Kali, Gerindra ke Mendikbud Nadiem: Enteng Sekali Minta Maaf, Ini Fatal!

JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Gerindra Ali Zamroni menyesalkan keteledoran yang berulangkali dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Mulai dari peta jalan pendidikan, hilangnya mata pelajaran Pancasila dan bahasa Indonesia, hingga lenyapnya nama pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim Asy'ari dan nama begawan ekonomi Soemitro Djojohadikoesoemo dalam Kamus Sejarah Republik Indonesia jilid I.

Menurutnya, permohonan maaf saja tidak cukup untuk membayar kesalahan yang fatal tersebut.


"Mereka (Kemendikbud, red) hanya meminta maaf seolah-olah itu hanya yang sepele? Entengnya meminta maaf! Saya melihatnya ini sudah cukup fatal," ujar Ali, Kamis, 22 April.

Legislator Banten itu pun merasa heran dengan wacana-wacana kebijakan yang kerap blunder dilakukan Kemendikbud dibawah kepemimpinan Nadiem Makarim itu. Banyak kesalahan yang fatal namun sepele menyikapinya.

"Saya rasa ini, kok kalo keteledoran berkali-kali ini ada apa?" katanya.

Paling disesalkan, kata Ali, bukan hanya menghilangkan tokoh-tokoh berpengaruh dalam perkembangan Indonesia, Kamus Sejarah tersebut malah justru memunculkan nama tokoh partai komunis Indonesia (PKI).

"Ini kan kontradiktif. Udah salah kemudian kontradiktif pula. Yang seharusnya tidak masuk jadi masuk. Ini kan, sudahlah. Menurut saya Nadiem udah cukup!," pungkas politikus Gerindra itu.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), telah mengklarifikasi soal tidak dicantumkannya nama tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Nadiem mengaku tak pernah berniat menghapus jejak sejarah dengan tak memuat entri Hasyim Asy’ari. Menurutnya, Kamus Sejarah Indonesia Jilid I disusun pada 2017, sebelum dirinya menjadi menteri.

“Kepada masyarakat Indonesia, saya ingin memastikan bahwa tidak ada niatan sama sekali menghilangkan jejak sejarah,” ujar Nadiem melalui siaran video di akun Instagram pribadinya, Rabu, 21 April.

Nadiem menegaskan, sudah memerintahkan jajarannya di Kemendikbud untuk menyempurnakan penyusunan kamus tersebut.