Demo di KPU, Refly Harun Sebut Jokowi Sumber Hancurnya Demokrasi

JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Refly Harun menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan sumber masalah dari hancurnya demokrasi Indonesia.

Pernyataan itu disampaikannya saat berorasi di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Rabu, 20 Maret.

Mulanya, Relfy menyebut Jokowi berambisi berkuasa selama tiga periode dengan cara mengangkangi konstitusi. Tapi karena tak berhasil, Jokowi menitipkan putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai calon wakil presiden.

“Ketika tidak berhasil mengangkangi konstitusi, dititipkan putranya yang masih bau kencur. Putranya yang tidak layak menjadi pemimpin kita,” ujar Refly.

Refly menyinggung soal KPU yang akan mengumumkan hasil pemilu yang curang. Masyarakat diminta untuk menolak hasil tersebut.

"Sekarang saya tanya kepada kawan-kawan di sini, kepasa siapa, kalau mendengar KPU umumkan KPU hasil pilpres tahu curang, apa menerima atau menolak? Menolak," sebutnya.

 

Bahkan, Refly menyerukan agar Jokowi dimakzulkan. Sebab Jokwi dianggap menjadi sumber hancurnya demokrasi Indonesia.

"Kita Ingin presiden Jokowi dimakzulkan, sekali lagi makzulkan. Karena hakekatnya dialah sumber segala sumber masalah kita, demokrasi hampir hancur. Kalau kita tidak bangkit demokrasi kita akan mati," katanya.