Amerika Serikat Bakal Alihkan Bantuan untuk UNRWA ke Lembaga Bantuan Lainnya

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joe Biden akan mengalihkan dana untuk badan pengungsi Palestina PBB (UNRWA) kepada lembaga bantuan lain yang bekerja di Gaza, jika Kongres meloloskan undang-undang yang akan melarang pendanaan, kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel pada Hari Senin.

Bulan lalu Washington mengatakan pihaknya menghentikan sementara pendanaan baru untuk UNRWA, sementara badan itu menyelidiki tuduhan selusin staf terlibat dalam serangan Kelompok Hamas terhadap Israel 7 Oktober.

Patel mengatakan pada konferensi pers, rancangan undang-undang tersebut, yang dinegosiasikan oleh Pemerintahan Presiden Biden dan kelompok senator bipartisan, mencakup 1,4 miliar dolar AS untuk bantuan kemanusiaan Gaza, tetapi itu dapat dikirim ke Program Pangan Dunia (WFP) PBB, UNICEF atau kelompok bantuan lainnya.

"Ini adalah uang nyata yang kami yakini akan menyelamatkan nyawa dan berdampak langsung pada warga sipil Palestina, dan kami akan mengalihkan dana UNRWA ke mitra lain untuk memberikan bantuan di Gaza," jelasnya, seperti melansir Reuters 6 Februari.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya telah memberikan 121 juta dolar AS kepada UNRWA pada tahun fiskal saat ini, dan hanya 300.000 dolar AS dari dana yang dialokasikan yang tersisa untuk badan tersebut. Washington biasanya memberi UNRWA antara 300 juta-400 juta dolar AS per tahun.

UNRWA pekan lalu memperingatkan, mereka mungkin terpaksa menghentikan operasinya pada akhir Februari jika pendanaan tidak dilanjutkan, setelah Amerika Serikat dan donor penting lainnya menghentikan pendanaan.

Diketahui, Israel menuduh 12 dari 13.000 staf badan tersebut di Gaza terlibat dalam serangan Hamas yang menurut Israel menewaskan 1.200 orang, memicu serangan Israel yang telah menewaskan lebih dari 27.000 warga Palestina, menurut otoritas Gaza.

Seorang pejabat Israel mengatakan kepada Reuters, Kementerian Luar Negeri telah menugaskan satuan tugas untuk menyusun proposal penggantian UNRWA, dengan lembaga yang menjadi kandidat adalah WFP dan USAID di Washington.

Washington mendukung UNRWA atas "pekerjaan penting" mereka sebagai lembaga bantuan utama bagi warga Palestina, namun ingin melihat "hasil nyata" dari penyelidikan UNRWA terhadap klaim Israel, kata Patel, namun menolak mengatakan kapan AS akan mengambil keputusan untuk memulai kembali pendanaan.

"Kami percaya bahwa kami dapat terus melakukan pekerjaan penting melalui LSM lain dan mitra lainnya dan, secara bersamaan, kami akan terus melakukan pembicaraan dengan negara-negara donor mengenai dukungan UNRWA," jelas Patel.