7 Teknik Mendayung dalam Rafting Beserta Cara Melakukannya

YOGYAKARTA – Rafting atau arung jeram merupakan olahraga yang seru dan menyenangkan. Sebagai kegiatan pengarungan, rafting dilakukan di sungai yang memiliki jeram dengan menggunakan perahu karet. Nah, untuk dapat menyusuri arus di sepanjang sungai dengan perahu karet, rafter setidaknya perlu menguasai salah satu teknik dasar dalam berarung jeram, yakni teknik dayungan. Lantas, apa saja teknik mendayung dalam rafting yang perlu dikuasai? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Teknik Mendayung dalam Rafting

Dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu, 25 November 2023, terdapat tujuh teknik mendayung dalam rafting yang harus dikuasai sebelum menyusuri arus di sepanjang sungai dengan perahu karet:

1. Dayung maju

Teknik mendayung dalam rafting ini dilakukan dengan menancapkan dayung di depan kemudian ditaruk ke belakang hingga sejajar dengan pantat. Angkat bilah dayung ulangi ke posisi semula dan seterusnya.

Pada saat melakukan dayung maju, pandangan rafter mengarah ke depan sembari menunggu aba-aba khusus dari skipper atau pendamping rafting.

Teknik dayung maju dilakukan oleh seluruh peserta yang berada di sisi kanan atau kiri perahu.

2. Dayung mundur

Tujuan mengayuh dayung dengan gerakan mundur adalah untuk memperlambat laju perahu karet.

Cara melakukan dayung mundur yakni dengan menancapkan bilah jauh di belakang posisi badan kemudian tarik ke depan hingga posisi awal dayung maju.

Caranya yaitu kebalikan dari dayung maju yaitu dengan menancapkan bilah jauh dibelakang posisi badan kita kemudian tarik kedepan sampai posisi awal dayung maju.

Hal yang perlu diperhatika oleh rafter ketika melakukan gerakan mendayung yakni usahakan jangan hanya menggunakan kekuatan tangan, namun dibantu dengan otot perut sehinga dayungan yang dihasilkan akan lebih kuat.

3. Dayung tarik kanan

Teknik mendayung dalam rafting yang selanjutnya adalah dayung tarik kanan. Gerakan ini dilakukan untuk menggeser perahu karet kea rah kanan.  

Dalam berarung jerang, teknik dayung tarik kanan digunakan untuk menghindari batu ataupun rintangan yang terletak disebelah kiri perahu supaya tidak terjadi benturan.

Cara melakukan dayung tarik Kanan yakni rafter yang duduk di sebelah kanan menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknyaa kea rah perahu. Sementara rafter yang berada di sebelah kiri, menancapkan dayungnya tegak lurus mendekati lambung perahu dan ditolak menjauhi perahu.

Ketika melakukan dayung tarik kanan, usahakan posisi dayung tetaap tegak lurus terhadap permukaan air.

4. Dayung tarik kiri

Teknik ini bertujuan untuk menggeser perahu kea rah kiri. Cara melakukannya, rafter yang duduk di sebelah kiri menancapkan dayung jauh ke samping dan menariknya ke arah perahu. Sementara rafter yang berada di sebelah kanan menancapkan dayungnya tegak lurus mendekati lambung perahu dan ditolak menjauhi perahu.

5. Dayung pancung kanan

Teknik dayung pancung kanan dilakukan untuk membelokkan perahu ke arah kiri. Cara melakukannya yakni rafter yang duduk bagian kanan depan mengambil dayungan dari arah depan perahu, kemudian ditaruk ke arah samping kanan perahu. Sedangkan rafter yang duduk di sebelah kiri mengambil dayugan dari samping kiri perahu digeser sampai depan perahu.

Teknik mendayung dalam rafting ini kerap digunakan ketika dalam jeram untuk mengindari batu atau rintangan yang terletak di depan perahu yang dapat menyebabkan perahu tersangkut.

6. Dayung pancung kiri

Teknik ini berlawanan dengan pancung kanan, tujuannya untuk membelokkan perahu ke arah kanan.

Cara melakukannya yakni rafter dalam perahu yang duduk di bagian kiri depan mengambil dayungan dari arah depan perahu ditarik ke arah sampig kiri perahu. Sementara rafter yang di sebelah Kanan mengambil dayungan dari samping kanan perahu digeser hingga depan perahu.

7. Stop

Semua rafter harus berhenti mendayung dan mengenggam dayungnya sembari diletakkan dipangkuan.

Demikian informasi tentang teknik mendayung dalam rafting. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan para pembaca setia VOI.ID.