Harry Sabar Berharap Industri Musik Indonesia Bisa Contoh Korea Selatan dan Jepang

JAKARTA - Musisi dan pencipta lagu Harry Sabar menyuarakan pendapatnya soal keadaan industri musik Indonesia saat ini.

Harry Sabar yang sudah aktif mencipta lagu sejak awal tahun 1989-an, melihat ada keragu-raguan di industri musik Tanah Air saat ini.

Ia mencoba membandingkan industri musik nasional dengan apa yang ada di Korea Selatan dan Jepang.

“Menurut saya banyak keragu-raguan. Kenapa nggak percaya sama budaya kita sendiri, ikuti Korea Selatan, ikuti Jepang lah,” kata Harry Sabar kepada awak media di Senen, Jakarta Pusat pekan lalu.

Harry mengakui keberhasilan Korea Selatan dalam membangun industri kreatifnya, khususnya musik. Ia menyarankan agar berbagai pihak bisa belajar dari Korea Selatan.

“Coba itu Korea Selatan, hebat kan. Kita mesti akui kehebatan orang, dan kita harus menjadi orang hebat, karena kita juga harus jadi hebat. Kita mengakui mereka,” katanya.

Pencipta lagu Catatan Si Boy itu juga menyoroti lambatnya respons pemerintah dalam mendukung musisi lokal yang mencoba menunjukkan jati diri sebagai orang Indonesia lewat musik.

“Musik kan banyak, ada angklung lah, segala macem kan, kenapa kita nggak bisa bikin rapper dari angklung, bisa dong?” ucap Harry Sabar.

“Kita sudah banyak berjuang membuat sesuatu, tapi kenapa pemerintah terlambat?” imbuhnya.

Harry Sabar melihat Indonesia punya potensi musik yang besar, mengingat banyak musik tradisi yang ada di berbagai daerah.

Ia berharap pelaku musik bisa menjadikan musik-musik yang sudah ada di Indonesia untuk dikembangkan menjadi sesuatu yang baru.

“Ya mesti digali lagi musik Indonesia itu, jangan cuma tahu begini-begini, ya digali lagi. Bikin sesuatu yang baru dari budaya kita. Kan akarnya sudah ada, tinggal mengembangkan kan, nggak usah bikin baru lagi,” tandas Harry Sabar.