Gubernur Sulsel Datangi Pulau Lantigiang: Pulau Ini Tak Akan Mungkin Dibeli Siapa pun

MAKASSAR - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah mengunjungi Pulau Lantigiang di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Nurdin memastikan pulau Lantigiang tak akan bisa dibeli siapa pun.

“Kita baru saja mengunjungi Pulau Lantigiang bersama Pak Bupati. Jadi sebenarnya pulau ini sejarahnya masuk dalam kawasan Nasional Taka Bonerate. Kebetulan ada masyarakat Selayar bersuamikan orang Jerman. Itulah yang mencoba menegosiasi kepala desa. Tapi saya kira semuanya bisa kembali secara utuh dan sekarang dalam proses hukum. Saya melihat memang pulaunya tidak besar, tidak luas, tetapi atolnya cukup menarik,” kata Nurdin Abdullah kepada wartawan, Rabu, 3 Februari. 

Gubernur Sulsel juga mendapat informasi soal adanya ketertarikan investor membangun di atas atol pulau Lantigiang. Tapi Prof NA, sapaan akrabnya memastikan hal itu tak bisa dilakukan. 

“Saya kira pulaunya sendiri saya kira tidak akan mungkin untuk dibeli oleh siapa pun karena sudah menjadi kawasan nasional,” sambungnya.

“Saya kira soal pulau kita, Insyaallah itu tidak akan mungkin itu bisa diperjua belikan dan kepada seluruh masyarakat saya berharap taman nasional Taka Bonerate ini adalah kawasan strategis yang tentu kita lindungi dari berbagai upaya yang ingin merusak,” ujar NA.

Gubernur Sulsel menyerahkan proses penanganan kasus penjualan pulau Lantigiang kepada kepolisian. Polres Selayar memang sudah memeriksa sejumlah orang terkait kasus ini. 

“Jadi Pak Bupati sudah mengambil langkah-langkah dan sekarang kasusnya ada di kepolisian tetapi pulaunya sendiri tidak jadi (dijual). Karena memang baru panjar  Rp10 juta dan tidak akan mungkin ada aparatur pemerintah yang bisa membuat transaksi itu,” kata Prof NA.