Ganjar Pranowo Diantar Mobil Bersejarah Fatmawati Soekarno di Bali

BALI - Mobil hitam berbendera merah putih terparkir di tepi jalan Tegal Harum nomor 13 Biaung, Bali, Sabtu 17 Juni. Meski sudah tua, namun mobil sedan De Luxe Four Door merek Plymouth ini masih tampak sangat gahar dan mencuri perhatian banyak orang, termasuk Ganjar Pranowo.

Ternyata mobil produksi Amerika Serikat tahun 1948 ini bukan mobil sembarangan. Ia adalah mobil yang mempunyai sejarah tinggi. Mobil ini awalnya adalah milik Fatmawati, istri Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Saat itu, mobil Plymouth ini adalah mobil yang sehari-hari digunakan keluarga Soekarno.

Mobil Fatmawati itu tidak sekadar dipajang di pinggir jalan. Mobil bercat hitam ini sejatinya sedang menunggu penumpang.

Mobil itu adalah kendaraan khusus yang digunakan untuk menjemput Ganjar Pranowo, capres 2024 dari partai PDIP. Sore itu, Ganjar akan bertemu anak-anak Gen Z yang sedang berkumpul di Kebun Vintage Cars Bali.

Kagum

Saat Ganjar tiba di lokasi, gubernur dua periode ini tampak sangat tertarik dengan mobil itu. Matanya berbinar mengagumi mobil klasik itu. "Ini mobil koleksi sini ya, keren sekali ini. Bisa dinaiki?" kata Ganjar.

Ganjar Pranowo saat berbincang-bincang dengan pemuda di Bali, (IST)

Ganjar kemudian ingin naik di kursi depan. Ia berjalan ke bagian depan mobil sebelah kiri. Namun ia terkejut, ternyata stang kemudi mobil itu ada di sebelah kiri. Dan di dalamnya, sudah duduk Ni Luh Nitta Prabaningsih, tokoh muda Bali sekaligus driver Ganjar.

"Lho salah, ternyata penumpangnya kanan ya. Oke-oke kamu yang nyopirin saya ya," ucapnya.

Ganjar Pranowo kemudian masuk ke mobil yang dulu dipakai keluarga Soekarno itu. Di sampingnya, Nitta bersiap dengan senyum riang.

Namun, wajah Nitta terlihat grogi. Sebab saat memasukkan perseneling, ia cukup kesulitan. Namun setelah bisa, ia dengan lancar membawa Ganjar ke lokasi acara.

"Deg-degan sekali rasanya, karena ini membawa Pak Ganjar, bener-bener tokoh paling penting saat ini. Selain itu, nyetirin Pak Ganjar pakai mobil antik, setirnya sebelah kiri dan manual. Jadi deg-degan sekaligus bangga banget," katanya.

Meski sempat terkendala, namun Nitta berhasil membawa Ganjar ke lokasi Mabar (Maju Bareng Ganjar) dengan selamat. Selama perjalanan yang singkat itu, ia bisa ngobrol dengan orang yang sudah lama ingin ia jumpai.

"Tadi sempat kram kaki saya saat injak kopling. Tapi nggak kerasa karena di sebelah saya ada Pak Ganjar. Sakitnya hilang langsung. Apalagi tadi ngobrol-ngobrol tentang mobil itu," jelasnya.

Dalam obrolan itu, ia menjelaskan ke Ganjar bahwa mobil itu dulunya milik Fatmawati. Mobil itu juga menjadi mobil keluarga Soekarno yang pernah dinaiki.

"Ini dulu dinaiki Presiden Soekarno bersama keluarganya. Pak Ganjar kan calon presiden. Jadi maknanya, Pak Ganjar pasti menang," pungkasnya.

Saat tiba di Kebun Vintage Cars Bali, Ganjar tampan semakin senang karena melihat banyak koleksi mobil tua. Ada sekitar 200 lebih mobil kuno di tempat itu dan kondisinya masih bisa dinyalakan, serta memiliki kelengkapan surat yang masih hidup. "Iya, ternyata ini kolektornya luar biasa.

Ada 200 lebih mobil kuno dan semua hidup, dan tadi sempat naik mobil yang katanya STNK atas nama Ibu Fatmawati. Pasti mobil itu sangat bersejarah," jelasnya.

Dari informasi yang ia dapat, mobil itu diproduksi pada 948. Meski tua, namun saat menaiki mobil itu, Ganjar mengaku merasa sangat nyaman.

"Tahun 1948 lho, bayangkan sudah berapa usianya. Tapi luar biasa, masih bagus dan nyaman dinaiki. Tadi saya numpang saja, nggak tahu gimana rasanya kalau mengendarai," ucap Ganjar Pranowo.