Pemkab Bogor Minta Ganti Rugi Dampak Ricuh di Stadion Pakansari

BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, meminta ganti rugi kepada panitia Liga 1 atas kerusakan akibat ricuh suporter saat laga Persib Bandung melawan Persis Solo di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Selasa (4/4) malam.

"Kerusakan itu tanggung jawab panitia penyelenggara, dalamnya (surat penyewaan atau perizinan) ada peraturan, salah satunya apabila terjadi kerusakan mereka bertanggung jawab penyewa," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor, Herdi Sukriadi dilansir ANTARA, Rabu, 5 April.

Ada ratusan kursi di tribun selatan dan timur serta pagar yang mengalami kerusakan akibat perkelahian antar suporter.

Menurut Herdi, kursi dan pagar yang mengalami kerusakan itu didatangkan dari China yang didistribusikan oleh Singapura lantaran Indonesia tidak memproduksi kursi dengan kualitas standar yang diinginkan.

“Kursi yang rusak ini tahan ultraviolet dan tidak menghantar api, dia bisa terbakar tapi tidak menghantar api,” papar Herdi.

Dia memperkirakan, kerugian yang harus diganti nilainya mencapai Rp100 juta. Pasalnya, saat pihaknya melakukan pengadaan pada tahun 2019, biayanya mencapai Rp700 ribu per unit kursi berikut pemasangan.

“Kalau saya kira-kira kerugiannya mungkin sampai di angka Rp80 sampai Rp100 juta cuma pastinya kita belum tau karena kita harus nunggu dulu, tapi tadi orangnya udah ke sini saya minta untuk diberikan harga terbaru saat ini,” tuturnya.

Diketahui, bentrokan antar kelompok suporter Persib Bandung dengan Persis Solo terjadi saat pertandingan tengah berlangsung di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Selasa (4/4).

Akibat bentrokan tersebut, bahkan pertandingan sempat dihentikan sejenak dalam kondisi Persib Bandung unggul dengan skor 2-1 atas Persis Solo pada menit ke-77.