Memahami Pentingnya Aktivitas Fisik atau Olahraga untuk Anak-anak dan Remaja

YOGYAKARTA – Tidak hanya orang dewasa, anak-anak dan remaja membutuhkan tubuh tetap aktif dengan olahraga. Seiring dengan maraknya gaya hidup sedentary yang menjalani pola hidup banyak duduk dan tidak aktif bergerak, maka perlu memahami pentingnya aktivitas fisik untuk anak dan remaja.

Pedoman dari Department of Health and Human Services dilansir Mayo Clinic, Kamis, 1 Desember, anak-anak dan remaja berusia 6 tahun ke atas perlu setidaknya olahraga selama satu jam sehari. Anak-anak harus melakukan aktivitas berat, seperti berlari atau bersepeda setidaknya tiga kali seminggu. Mengapa durasi dan beratnya olahraga diperlukan untuk anak serta remaja?

Melansir Centers for Disease Control and Prevention, aktivitas fisik pada anak dan remaja jika dilakukan secara teratur dapat membantu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi, membangun tulang dan otot yang kuat, mengontrol berat badan, mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Selain itu, mengurangi risiko berkembangnya sejumlah kondisi kesehatan. Seperti penyakit jantung, kanker, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, osteoporosis, dan obesitas.

Ilustrasi aktivitas fisik untuk anak-anak dan remaja (Freepik/Proostoleh)

Olahraga, sebenarnya bisa dilakukan dengan cara-cara yang kreatif. Perlu dipahami, olahraga tidak melulu lompat tali, lari, dan aerobik. Tetapi juga bisa dengan mengikuti kelas olahraga seperti sepak bola, badminton, tenis, hingga basket. Anda juga bisa berkreasi dengan aktivitas yang disukai anak-anak. Misalnya mendaki bukit, berjalan-jalan di sekitar taman, climbing, dancing, dan bersepeda.

Nah, ketidakaktifan fisik juga perlu dikenali. Tubuh yang tidak aktif, dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi. Misalnya, menghabiskan energi lebih sedikit tetapi makan banyak, bisa meningkatkan risiko kelebihan berat badan. Bahkan dapat meningkatkan risiko penyakit yang perlu perawatan untuk sembuh. Seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, kanker, dan kepadatan tulang yang rendah.

Pada tahun 2017, hanya 26,1 persen siswa SMA yang berpartisipasi dalam aktivitas fisik setidaknya selama 1 jam selama seminggu. Padahal, setidaknya aktivitas aktif selama 1 jam setiap harinya dibutuhkan untuk mencegah menurunnya tingkat kesehatan anak.

Aktivitas olahraga atau membuat tubuh senantiasa aktif, tidak hanya membuat anak-anak dan remaja lebih sehat. Tetapi menurut penelitian, siswa yang aktif secara fisik cenderung memiliki nilai akademik yang lebih baik, jarang ijin, dan kinerja kognitif serta perilaku di kelas yang lebih baik. Artinya, penting sekali bagi buah hati Anda melakukan akivitas fisik secara teratur setiap harinya. Karena olahraga tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga membiasakan pola hidup sehat ke depan nanti.