Datang ke RS Polri, Kakak dari Mayat Perempuan Terbungkus Plastik di Kolong Tol Becakayu Ungkapan Percakapan Terakhir

JAKARTA - Keluarga dari korban mayat perempuan terbungkus plastik di kolong Tol Becakayu, mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur hari ini. 

"Saya dapat telepon dari kakak saya sekitar jam 03.00 WIB setelah subuh, kalau adik saya sudah tidak ada," kata kakak korban, Yoris di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Antara, Selasa, 18 Oktober. 

Ia mengaku, pihaknya datang ke RS Polri untuk mengambil adiknya jenazah bernama Ade Yunia Rizabani (36). Yoris menambahkan bahwa korban tinggal sendiri di indekos Jakarta Barat.

Terakhir melakukan komunikasi dengan adiknya itu pada Senin, 17 Oktober siang sekitar pukul 13.00 WIB. "Saya WA dia dimana, mau ketemu. Tapi tidak bisa karena dia lagi sibuk kerja," ujar Yoris.

Yoris mengatakan ketika ia berusaha untuk menghubungi adiknya lagi pada sore harinya sudah tidak ada balasan dari yang bersangkutan.

"Pas saya cek lagi sekitar jam tiga sore sudah tak bisa dikontak. Malam, saya telepon sekitar jam 9 sudah tidak diangkat," kata Yoris.

Keluarga korban hingga saat ini belum mengetahui penyebab kematian dari Ade Yunia Rizabani tersebut.

Dia pun meminta pihak kepolisian terutama Polres Metro Bekasi Kota untuk mengungkap penyebab kematian korban.

Sebelumnya, warga dikejutkan dengan penemuan mayat perempuan terbungkus kantong plastik di kolong Tol Becakayu, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Mayat terbungkus plastik itu pertama kali ditemukan oleh warga yang hendak mengganti ban truk di dekat lokasi kejadian.

Warga yang mencurigai adanya bungkusan plastik berisi kaki manusia kemudian melaporkan ke pihak RT dan kepolisian.