Marak Kasus Pungli Disertai Ancaman, Bobby Nasution Kumpulkan OKP Medan

MEDAN - Kasus pungutan liar (pungli), pemalakan disertai ancaman masih marak di Kota Medan, Sumatera Utara. Wali Kota Medan Bobby Nasution pun mengambil langkah mengumpulkan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP).

Rapat koordinasi bersama OKP dipimpin langsung Wali Kota Bobby nasution bersama Wakapolda Sumut Brigjen Dadang Hartanto dan Asintel Kasdam I/BB Kolonel Inf Trijoko Adiwiyono. Pertemuan diharapkan dapat membangun kebersamaan dan kesepakatan bersama dalam menjaga ketentraman dan kondusifitas di Kota Medan.

Mengawali rapat, Bobby Nasution mengatakan beberapa waktu lalu di Kota Medan, khususnya di Kecamatan Medan Belawan terjadi pertikaian antar dua OKP sehingga membuat warga khawatir. Menyikapi kondisi itu, Bobby nasution berharap agar seluruh OKP yang ada bersama Pemko Medan untuk bersama-sama menjaga kekondusifan.

"Jika hanya Pemko Medan yang menginginkan Kota Medan kondusif tentunya tidak akan dapat terealisasi dengan baik. Oleh karenanya, kita berkumpul di sini untuk berdiskusi bersama membicarakan apa-apa saja yang menjadi masukan dan kendala yang ada di Kota Medan dalam pengembangan organisasi kepemudaan," kata Bobby Nasution dikutip dari keterangan tertulis Humas Pemko Medan, Selasa, 16 Agustus.

Bobby Nasution mengatakan, tujuan organisasi dibentuk adalah untuk membina dan membentuk karakter kepemimpinan. Namun karakter kepemimpinan yang ada saat ini dianggap belum begitu baik sehingga harus ada solusi konkret dalam suatu organisasi itu sendiri.

"Saat ini kami mendapati organisasi kepemudaan yang masih melakukan pelanggaran hukum seperti kekerasan, ancaman dan pungutan liar (pungli). Oleh karenanya saya minta masukan dari kita semua yang hadir untuk dapat mencapai kesepakatan guna mewujudkan Kota Medan yang berkah, maju dan kondusif," tuturnya.

Suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini juga meminta kepada seluruh organisasi kepemudaan dapat mengirimkan perwakilannya untuk dibina keterampilannya melalui pelatihan yang ada di Pemko Medan, seperti las, barista dan lain sebagainya agar mudah mendapatkan pekerjaan. 

"Tolong minta jumlah kuota dari teman-teman OKP untuk mengikuti pelatihan keterampilan. Setelah mengikuti pelatihan keterampilan ini, saya berharap mereka dapat menularkan keterampilannya kepada teman-teman lainnya di organisasi," paparnya.

Rapat diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan Bobby Nasution bersama Dandim 0201/Medan Kol Inf Ferry Muzawwad, Kapolrestabes Medan Kombes Valentino Alfa Tatareda dan Kapolrestabes Belawan AKBP Faisal Rahmat bersama dengan ketua dari sembilan organisasi kemasyarakatan/pemuda yang hadir.

Sembilan OKP itu yakni Pemuda Pancasila (PP), Ikatan Pemuda Karya (IPK), Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI), Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPMRI), Laskar Merah Putih (LMP), Pemuda Batak Bersatu (PBB), Pemuda Merga Silima (PMS), Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan.