Gerakan Revolusi Hijau di Kalsel Tunjukan Hasil Positif, Per Hari Ini Sudah 168 Ribu Hektar Lahan Kritis Direhabilitasi

BANJARBARU - Lahan kritis seluas 168 ribu hektar lebih di Kalimantan Selatan (Kalsel) berhasil direhabilitasi oleh pemerintah daerah melalui gerakan revolusi hijau yang dicanangkan sejak tahun 2018.

"Alhamdulilah kita telah mampu merehabilitasi hutan dan lahan kritis seluas 168 ribu hektar lebih berkat kerja keras bersama semua pihak mendukung gerakan revolusi hijau," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel Roy Rizali Anwar di Banjarbaru dilansir dari Antara, Kamis, 7 Juli.

Lahan kritis adalah istilah yang digunakan untuk menyebut kondisi suatu wilayah atau lahan yang telah mengalami degradasi, sehingga kawasan tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya.

Lebih lanjut, sambung Roy, gerakan revolusi hijau yang digaungkan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dengan mengelola dan menghijaukan kembali lahan-lahan kritis terbukti revolusioner.

Tidak hanya di tataran Pemprov Kalsel dan kabupaten atau kota, namun semua lembaga dan perwakilan unit pelaksana teknis kementerian di daerah termasuk seluruh lapisan masyarakat digerakkan untuk sama-sama menanam pohon.

"Jadi program ini gerakan masif menanam pohon. Semuanya bisa bersedekah walau hanya satu bibit pohon yang ditanam di pekarangan rumah sekalipun," ucap Roy.

Ditegaskan dia pula, Kalsel tidak pernah diam sebagai bagian dari pulau Kalimantan yang menjadi paru-paru dunia dengan kawasan hutan terbesar di Indonesia. Segala upaya mencegah perubahan iklim dan kerusakan lingkungan terus dilakukan.

Pembangunan taman hutan hujan tropis Indonesia di kawasan areal perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru juga mendapatkan apresiasi Presiden Joko Widodo ketika berkunjung beberapa waktu lalu.

Bahkan, Kepala Negara telah memerintahkan taman hutan hujan tropis seperti di Kalsel juga dibangun di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

"Suatu kebanggaan Kalsel menjadi percontohan. Bahkan presiden ingin sampai 70 persen kawasan IKN terhampar taman hutan hujan tropis," ungkap Roy.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas kawasan hutan Kalimantan Selatan lebih kurang 1.664.000 hektar dan 950.800 hektar di antaranya merupakan kawasan hutan lindung dan produksi.