Dua Wanita Diamankan Petugas Bandara Usai Pemeriksaan Sinar X: Kopernya Berisi 50 Kadal, 35 Kura-kura, 20 Ular hingga Landak dan Armadilo

JAKARTA - Entah apa alasannya, dua orang wanita membawa seratusan hewan hidup dari beragam jenis, termasuk ular yang jelas-jelas dilarang, dalam bagasi yang membuat mereka ditahan aparat berwenang di bandara

Total ada 109 hewan ditemukan petugas dari dua koper yang dibawa mereka, usai pemeriksaan sinar-x di Bandara Suvarnabhumi Bangkok dan dituduh melakukan penyelundupan, pejabat Thailand.

Departemen Taman Nasional, Margasatwa dan Konservasi Tumbuhan Thailand mengatakan pada Hari Senin, seratusan hewan liar itu ditemukan dalam dua koper terpisah usai pemindahan. Petugas satwa liar pun dipanggil usai penemuan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya mengejutkan. Sebab, hewan-hewan di dalam koper-koper tersebut tidak bisa. Mulai dari dua landak putih, dua armadillo, 25 kura-kura, 50 kadal dan 20 ular.

Pihak berwenang Thailand mengatakan, koper-koper itu milik dua wanita India, masing-masing bernama Nithya Raja (38) dan Zakia Sulthana Ebrahim (24), yang akan naik pesawat ke kota Chennai di India, mengutip CNN Travel 28 Juni.

Para wanita tersebut dilaporkan telah didakwa melanggar Undang-Undang Konservasi dan Perlindungan Satwa Liar tahun 2019, Undang-Undang Penyakit Hewan tahun 2015 dan Undang-Undang Kepabeanan tahun 2017.

Diketahui, perdagangan hewan melalui bandara telah lama menjadi isu di wilayah tersebut. Pada 2019, seorang pria yang tiba di Chennai, India, dari Bangkok dilaporkan ditahan di bandara, setelah petugas bea cukai menemukan seekor anak macan tutul berusia satu bulan di bagasinya.

Sebuah laporan Maret 2022 oleh TRAFFIC, badan pemantauan perdagangan satwa liar, mengatakan, lebih dari 70.000 hewan liar asli dan eksotis, termasuk bagian tubuh atau turunannya, ditemukan dalam 140 penyitaan di 18 bandara India antara 2011 dan 2020.

"Bandara Internasional Chennai, Tamil Nadu, mencatat jumlah tertinggi insiden penyitaan satwa liar, diikuti oleh Bandara Internasional Chhatrapati Shivaji, Mumbai dan Bandara Indira Gandhi New Delhi," bunyi laporan itu.