Ketua YLBHI Sebut Ada Korlap Aksi yang Dikriminalisasi di Berbagai Daerah

JAKARTA - Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Asfinawati kembali menyebut ada dugaan penggembosan aksi menolak UU Omnibus Law dengan mengkriminalisasi koordinator lapangan (Korlap) massa di sejumlah wilayah.

"Kawan-kawan dari berbagai kota sudah mengabarkan dari Surabaya, Balikpapan, Samarinda, Jember, kawan-kawan ditangkap, korlap-korlap aksi di kriminalisasi," kata Asfinawati dalam orasinya saat aksi Mimbar Akbar Sebuah Sumpah Rakyat yang digelar di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta, Rabu, 28 Oktober.

Dia menyebut penangkapan ini dilakukan, sebelum para korlap dan massa aksi mengikuti aksi demonstrasi. Sehingga, Asfinawati mempertanyakan sikap pemerintah. "Apakah itu pemerintahan demokratis," ungkapnya.

Lebih lanjut, dia menyebut anak muda yang turun dalam aksi demonstrasi ini lebih baik dan bisa memimpin daripada pihak yang saat ini duduk di pemerintahan.

Selain itu, Asfinawati menilai, penangkapan terhadap massa aksi diduga karena mereka menyuarakan pembangkangan sipil. 

Dirinya menyebut, peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Rabu, 28 Oktober ini sebenarnya adalah merupakan bukti dari pembangkangan sipil. Karena puluhan tahun lalu, pemuda Indonesia juga melawan penjajahan. "Jadi sumpah pemuda adalah hari pembangkangan sipil," tegasnya.

"Indonesia tidak akan ada tanpa rakyat dan tanpa pembangakangan sipil. Karena itu seperti kata kawan-kawan kita, kita tidak akan pernah mati," imbuhnya.

Diketahui, dalam aksi demonstrasi buruh pekan lalu yang digelar di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Asfinawati juga pernah menyinggung hal yang sama yaitu adanya penggembosan gerakan menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Saat itu, dia mengatakan, banyak massa buruh yang tak bisa mengikuti aksi demonstrasi karena dipaksa untuk memutarbalik kendaraan mereka di tengah perjalanan.

Terkait kondisi terkini di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta, pukul 19.00 WIB saat ini aksi mimbar rakyat masih terus berjalan. Sejumlah massa masih berkerumun untuk mengikuti aksi tersebut.

Rencananya aksi ini akan berakhir pada pukul 19.00 WIB atau lebih dari waktu yang ditentukan yaitu pukul 18.00 WIB. 

Sementara kondisi jalan di lokasi aksi, dari arah Kramat menuju Jalan Diponegoro, Menteng terpantau padat merayap.