BI DKI: Komoditas Pangan Jelang Lebaran Aman

JAKARTA - BI DKI menyebutkan hasil kajian bersama pihak lainnya dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta, komoditas pangan strategis menjelang Idulfitri 1443 Hijriah di Jakarta masih cukup dan aman.

"Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian, data komoditas pangan strategis beras, daging sapi/kerbau, daging ayam, telur ayam, cabe keriting, cabe rawit merah, bawang putih, bawang merah, gula pasir dan minyak goreng, kondisinya cukup dan aman," kata Kepala Kantor BI Perwakilan DKI Jakarta Onny Widjanarko dalam keterangan tertulis dikutip Antara, Sabtu, 30 April.

Onny menyebutkan kesimpulan tersebut didapatkan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan persediaan pangan selama lima hari menjelang Idul Fitri tahun 2022 ini pada komoditas pangan strategis yakni beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, cabai keriting, rawit merah, bawang putih, bawang merah, gula pasir dan minyak goreng.

Dari data yang ada, untuk kebutuhan pangan strategis sepanjang lima hari sampai Idul Firti 2022 memiliki rincian beras 18.274 ton; daging sapi 665 ton; daging ayam 5906 ton; telur ayam 6.424 ton; cabe merah keriting 762 ton; cabe rawit merah 624 ton; bawang putih 478 ton; bawang merah 1.747 ton; gula pasir 1.475 ton; dan minyak goreng 4.666 ton.

Sementara ketersediaan pangan strategis di periode tersebut memiliki rincian, beras 27.119 ton; daging sapi 985 ton; daging ayam 6.332 ton; telur ayam 6.469 ton; cabe rawit Merah 658 ton; cabe merah kriting 785 ton; bawang merah 1.786 ton; bawang putih 546 ton; gula pasir 2.062 ton; dan minyak goreng 4.835 ton.

Sementara untuk kondisi harga, Onny menyebut terjadi fluktuatif sepanjang April 2022 ini dibanding Maret 2022, di mana terjadi penurunan untuk komoditas cabe merah keriting (12,96 persen), cabe merah TW (1,03 persen), cabe rawit merah (27,77 persen) dan bawang merah (0,90 persen).

"Sementara untuk komoditas beras, daging sapi, telur ayam, gula pasir dan LPG 3 kg harga stabil meski terjadi peningkatan," ucapnya.

Perkembangan harga ini juga bisa diakses oleh masyarakat melalui laman web Info Pangan Jakarta (IPJ) atau aplikasi JAKI yang melakukan pemantauan di 48 pasar, sementara laman web PT Food Station memberikan informasi tentang perkembangan harga beras dan stok di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC).

Onny juga menjelaskan untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan menjelang hari raya Idul Fitri dan setelahnya, Pemprov DKI Jakarta melakukan upaya yang pertama mendistibusikan pangan bersubsidi berupa beras 5 kg, daging sapi 1 kg, daging ayam 1 kg, susu UHT 24 kotak, Ikan kembung 1 kg, telur setara 1 kg dengan harga beli masyarakat Rp126.000 bagi masyarakat tertentu.

Masyarakat pemerintah manfaat pangan bersubsidi tersebut terdiri dari buruh 49.234 orang; guru honorer 33.659 orang; kader PKK 15.215 orang; lansia 107.573 orang; PHL / PPSU 51.436 orang; penerima KJP 816.690 orang; penyandang disabilitas 14.459 orang; penghuni rusun 31.000 orang; dan penerima Kartu Anak Jakarta 10.993 orang.

Kemudian bekerjasama dengan BUMN, antara lain PT PPI untuk menyalurkan minyak goreng curah sebanyak 192.000 liter dengan harga sesuai HET (Rp14.000 per liter) bagi pedagang dan pelaku usaha kecil di 12 lokasi pasar tradisional lingkup Perumda Pasar Jaya (Pasar Enjo, Pasar Tomang Barat, Pasar Tanah Abang, Pasar Grogol, Pasar Palmeriam, Pasar Rawamangun, Pasar Ciplak, Pasar Cibubur, Pasar Tebet, Ps Pos Pongumben, Ps Kelapa Gading, Pasar Santa) dan dengan BULOG Divre Jakarta Banten untuk penyediaan daging kerbau beku sebagai alternatif lain dari daging sapi.

"Lalu memastikan ketersediaan pangan melalui optimalisasi BUMD dengan melakukan kerja sama antardaerah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD Pangan (PT. Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya dan Perumda Pasar Jaya). Optimasiliasi titik distribusi pangan yang dikelola Perumda Pasar Jaya di 5 kota dan 1 kabupaten," ucapnya.

Dengan bazar pangan di tingkat kelurahan, kecamatan dan wali kota, kemudian bekerjasama dengan Polda Metro Jaya terkait kegiatan pengawasan penyediaan serta pendistribusian pangan serta penegakan hukum terkait pelangggaran yang terjadi.

"Serta koordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan ketersediaan pasokan serta kestabilan harga, terutama saat menjelang Idul Fitri 2022," ucapnya menambahkan.