Dua Unit Mobil Damkar Dikerahkan ke Harmoni Terkait Penghalau Massa Demo Mahasiswa

JAKARTA - Dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di Jalan Medan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis 21 April, sore. Kedatangan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk mengisi air di dalam pagar barrier penghalau massa.

"Diisi air agar berat, tidak bisa di dorong massa peserta unjukrasa," kata salah satu petugas pemadam kebakaran yang enggan disebutkan namanya di lokasi, Kamis 21 April, sore.

Tiap satu pagar barrier telah diisi sekitar dua kubik air menggunakan selang milik mobil pemadam kebakaran.

"Kalau (barrier) ini diisi hanya dua kubik air per barrier. Tapi kalau diisi penuh bisa mencapai tiga kubik air per barrier. Ini berat sekali jika sudah terisi air," ujarnya.

Pengisian air pada pagar barrier ini menggunakan dua unit mobil pemadam kebakaran dari wilayah Jakarta Timur.

"Dikerahkan dua unit mobil damkar dari Pulogadung, Jakarta Timur untuk mengisi air di lokasi ini. Kita diperbantukan ke sini," ucapnya.

Dia menjelaskan, tiap satu unit mobil pemadam kebakaran membawa sebanyak 4.000 liter kubik air.

"Sepertinya cukup nih dua mobil. Tadi ada 4 mobil tapi dibagi dua, dua mobil untuk mengisi air di Patung Kuda," katanya.

Seperti diketahui, ribuan mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat telah menggelar aksi unjukrasa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Monas, Jakarta Pusat.

Mereka menggeruduk Istana Negara dengan membawa tujuh poin tuntutan pada aksi unjukrasa 21 April. Mereka menilai "Rezim Jokowi-MA gagal mensejahterakan rakyat".

Adapun 7 tuntutan yang dibawa mahasiswa untuk pemerintah adalah tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden. Turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi.

Menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif. Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis.

Mahasiswa juga menuntut pengesahan RUU pro rakyat, tolak RUU pro oligarki, wujudkan reforma agraria sejati dan tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.