MetaMask Rilis Update Baru, Pengguna iOS Bisa Beli Kripto Pakai Apple Pay

JAKARTA – MetaMask merilis update yang memungkinkan pengguna iPhone dan Apple Pay untuk membeli kripto menggunakan kartu kredit melalui aplikasi smartphone. Pembaruan terbaru ini diumumkan pihak MetaMask lewat media sosial Twitter resminya pada Senin, 29 Maret.

Fitur utama pembaruan ini adalah kemampuan untuk membeli mata uang kripto (cryptocurrency) menggunakan kartu debit atau kredit lewat aplikasi seluler. Dengan demikian, pembaruan ini akan menghilangkan kebutuhan untuk mentransfer Ethereum dari exchange terpusat seperti Coinbase ke dalam aplikasi.

MetaMask menggunakan dua gateway pembayaran, yakni Wyre dan Transak, guna mendukung transaksi menggunakan kartu kredit atau debit. Pengguna dompet digital tersebut saat ini dapat menggunakan Visa dan Mastercard yang terhubung dengan Apple Pay untuk membeli Ethereum. Penyetoran maksimum per hari adalah 400 dolar AS atau Rp 5,7 juta ke dalam wallet mereka.

Dilansir dari Cointelegraph, gas fee yang dikenakan dilaporkan lebih rendah, dan menurut tweet MetaMask, beberapa transaksi bahkan mungkin tanpa gas fee jika dilakukan pada blockchain pribadi atau jika sebuah proyek membayar gas fee atas nama pengguna. Saat menyelesaikan pembelian ETH, MetaMask mengungkapkan bahwa ia tidak mendapat untung dari biaya gas.

Pembelian Stablecoin dapat dilakukan di Jaringan Ethereum

Dengan Transak, pembelian stablecoin USDT, USDC, dan DAI dapat dilakukan di jaringan Ethereum di MetaMask untuk beberapa waktu mendatang. Update terbaru sendiri memungkinkan pengguna untuk melakukan transfer bank dan menggunakan kartu kredit atau debit untuk membeli kripto menggunakan lebih dari 60 mata uang dunia. Selain itu, pengguna di Amerika Serikat (AS) sekarang juga dapat membeli native token Fantom dan Avalanche sekarang.

Direktur ConsenSys, perusahaan pengembang MetaMask, James Beck mengatakan bahwa tujuan pembaruan adalah untuk meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi gesekan saat diwawancarai. Pria itu juga berkata bahwa akan ada lebih banyak integrasi yang “memaksimalkan” opsi dan “merampingkan” pembelian kripto bakal segera hadir.

“Kami ingin memperluas cara di mana pengguna dapat mengonversi kripto di dalam aplikasi itu sendiri dan tidak harus meninggalkannya,” ucapnya.

Selain itu, pihak MetaMask juga men-tweet tentang pembaruan keamanan “penting” lainnya dalam hal pengiriman token. Pengguna sekarang bisa “melihat dengan jelas contract mana yang meminta” izin dan memberi label serta menyimpan contract tersebut.

Pembaruan lain yang dirilis MetaMask adalah memperkenalkan Mode Gelap Apple sesuai yang permintaan pengguna. Beck mengklaim bahwa mode gelap dan “wen token” telah menjadi permintaan yang paling ditunggu penggunanya. Mode gelap sendiri dapat diaktifkan secara otomatis ketika aplikasi Sistem Operasi iPhone.  Untuk diketahui, wen token atau Jaringan Pertukaran Dunia (“WEN”) adalah token ekosistem blockchain yang dikeluarkan oleh WEN Foundation yang mengetuk Wienchain Incubation DAO Blockchain.