Rusia Tuding Komandan Batalion Nasional Ukraina Organisir Penjarahan Massal, Gunakan Ambulans dan Mobil Pos

JAKARTA - Komandan batalion nasionalis telah mengorganisir penjarahan yang meluas di Chernigov, Sumy dan Zaporozhye, membawa barang-barang curian itu ke Ukraina barat dengan ambulans, kata Kolonel Jenderal Mikhail Mizintsev, direktur Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia, pada Rabu.

"Selain pemusnahan fisik penduduk di Chernigov, Sumy dan Zaporozhye, komandan batalyon nasionalis telah mengorganisir penjarahan massal bangunan tempat tinggal, dan organisasi publik dan swasta," ujar Mizintsev seperti melansir TASS 24 Maret.

"Mereka menggunakan ambulans dan kendaraan pos yang disita untuk membawa barang-barang berharga menuju perbatasan barat Ukraina," sambung Mizintsev.

Lebih jauh Kolonel Jenderal Mizintsev mengatakan, di Zaporozhye, kaum nasionalis menghancurkan fasilitas vital, menyebabkan pekerjaan utilitas publik lumpuh.

"Di Kota Zaporozhye, operasi utilitas publik telah lumpuh. Militan sengaja menghancurkan fasilitas penting, sementara layanan darurat dan tim ambulans, yang datang untuk menyelamatkan korban dan melokalisasi konsekuensi kehancuran, menjadi target penembakan dan pemusnahan," tukas Mizintsev.

Diberitakan sebelumnya, Mizintsev mengatakan, pejabat Kyiv memerintahkan anggota batalion nasionalis di Mariupol untuk meninggalkan kota tersebut, dengan menyamar sebagai warga sipil, termasuk menggunakan koridor kemanusiaan.

"Dalam konteks pernyataan resmi oleh Kyiv tentang penolakannya untuk melakukan operasi kemanusiaan, dan para militan untuk meletakkan senjata mereka, mereka dengan munafik menginstruksikan batalion nasionalis untuk meninggalkan kota dalam kelompok-kelompok kecil dengan kedok warga sipil, berpakaian sipil," ujar Mizintsev.

Selain itu, ia juga menyebut kelompok nasionalis sedang merencanakan serangan kimia di beberapa wilayah Ukraina, jika pasukan Rusia memasuki wilayah tersebut.

"Nasionalis telah menempatkan ranjau di fasilitas penyimpanan amonia dan klorin di pabrik kimia Sumykhimprom di Sumy, untuk meracuni penduduk wilayah Sumy jika pasukan Rusia memasuki kota," tuturnya.

Mizintsev menambahkan, hal itu dilakukan dengan dukungan dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Uni Eropa, yang menganggap Ukraina sebagai instrumen kebijakan anti-Rusia.