Bursa Cagub DKI Mulai Hangat, Hasto: Keputusan PDIP Ada di Ibu Megawati

JAKARTA - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan menjadi penentu nama calon Gubernur DKI Jakarta. Selain itu, partainya juga memiliki mekanisme yang jelas tentang penentuan calon.

"Bagi PDI Perjuangan, keputusan berada di Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Hasto kepada wartawan di sela menghadiri acara Festival Kuliner Pendamping Beras di Gedung Sekolah Partai PDIP di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Januari.

Meski begitu, saat ini ada sejumlah nama yang masuk dalam bursa calon Gubernur DKI Jakarta. Di antaranya adalah Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Wali Kota Solo yang juga anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu ada juga nama lain yang sudah punya pengalaman mumpuni seperti mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mantan Bupati Ngawi Budi Sulistyono alias Kanang, Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra.

"Cukup banyak calon-calon pemimpin, karena proses kaderisasi di sekolah partai mereka layak untuk dicalonkan di Jakarta. Tapi, skala prioritas saat ini untuk pdip adalah memperkuat seluruh jejaring partai hingga mneyentuh seluruh lapisan masyarakt di Jakarta," ungkapnya.

Terkait nama Risma, Hasto mengatakan, namanya masuk ke dalam bursa karena pengalamannya memimpin Kota Surabaya selama dua periode. Tak hanya itu, dia juga dianggap telah membawa perubahan signifikan bagi Kota Pahlawan tersebut.

Sementara Gibran, sambung dia, dirasa masih perlu membuktikan kepemimpinannya di Solo. Hasto bilang, anak sulung Presiden Jokowi itu harus bisa membawa perubahan di kota yang dipimpinnya.

Namun, kedua nama itu tetap nantinya harus bersaing dengan sejumlah kepala daerah lain dari PDIP yang kualitasnya juga tak diragukan.

"Tidak hanya dua nama. Ada juga Anas dari Banyuwangi, Hendi dari Semarang, kemudian pak Kanang dari kabupaten Ngawi. Cukup banyak pemimpin2 yang berhasil di tingkat kabupaten kota. Di bali kami punya pak Agus Mayastro yang berhasil memimpin di kabupaten gianyar," ujarnya.

Lebih lanjut, Hasto juga angkat bicara perihal kemungkinan mengusung Basuki Tjahja Purnama alias Ahok. Menurutnya, Ahok saat ini justru memiliki keinginan menjadi guru yang berkeliling ke seluruh wilayah mengajar kader PDIP.

"Pak Ahok ingin mengajar di seluruh pelosok Indonesia, mengajar anggota dan kader PDI Perjuangan, bagaimana kepemimpinan yang berani menghadapi resiko, kepemimpinan yang membangun Jakarta yang dengan tegas, tanpa kompromi," ungkapnya.

"Memang itu karakter yang diperlukan untuk memimpin Jakarta; pemimpin yang berani tegas, pemimpin yang berani membongkar berbagai hal yang merugikan kepentingan rakyat," pungkas Hasto