JAKARTA - Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluance Studies (IDEAS) melakukan kajian terkait dengan potensi ekonomi kurban pada 2025. Hasilnya, terjadi penurunan proyeksi jumlah pekurban tahun ini dibanding 2024 lalu.
"Pada 2024 terdapat sekitar 2,16 juta pekurban, sedangkan tahun 2025 ini jumlahnya sekitar 1,92 juta pekurban. Artinya, ada penurunan potensi sekitar 233.000 pekurban dalam satu tahun terakhir," kata Peneliti IDEAS Tira Mutiara dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Mei.
"Selain itu, kami juga memproyeksikan potensi nilai ekonomi kurban Indonesia tahun 2025 sebesar Rp 27,1 triliun. Proyeksi ini juga turun dari proyeksi tahun sebelumnya (2024) yang diestimasikan mencapai Rp 28,3 triliun," sambungnya.
Tira menyebut, sebanyak 1,92 juta rumah tangga muslim berdaya beli tinggi berpotensi menjadi pekurban pada 2025 ini. Kebutuhan hewan kurban terbesar berasal dari domba atau kambing sekitar 1,1 juta ekor, sedangkan sapi sekitar 503.000 ekor.
BACA JUGA:
Bahkan menurutnya jika ditarik lebih jauh ke belakang, estimasi jumlah pekurban tahun 2025 ini malah lebih rendah dibanding saat pandemi yang berkisar 2,11 juta pekurban pada 2021, dan 2,17 juta pekurban (2022).
Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya penurunan masyarakat di kelas menengah bahkan kelas atas yang berpotensi menjadi pekurban tahun ini.
"Diperparah lagi oleh kurang memadainya kebijakan dari negara untuk menjaga kelas menengah dan atas tersebut. inilah yang membedakan masa sulit tahun ini dengan masa pandemi," ungkapnya.
Walaupun krisis di saat pandemi skalanya jauh lebih besar dari tahun ini, saat itu penurunan aktivitas ekonomi terjadi merata secara global. Namun kejatuhan kelas menengah saat itu banyak tertolong oleh tetap terjaganya sektor keuangan, stimulus ekonomi yang masif dan kenaikan harga komoditas yang sangat signifikan.
"Sedangkan krisis saat ini banyak didorong oleh kejatuhan sektor industri manufaktur yang padat karya menyebabkan terjadinya fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif sepanjang 2024 hingga Mei 2025. dan tingginya pengangguran di Indonesia yang terjadi berkontribusi besar menjadi faktor utama penurunan pekurban tahun 2025," jelas Tira.
Meskipun terdapat penurunan potensi ekonomi kurban dalam beberapa tahun terakhir, ibadah kurban tetap menyimpan potensi besar sebagai pemicu kebangkitan sektor peternakan nasional.
Dalam misi utama Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, peternakan memiliki peran strategis karena tidak hanya berkontribusi pada ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat pedesaan dan penggerak ekonomi lokal.
"Oleh karena itu, momen kurban perlu dimanfaatkan secara optimal dengan memperkuat ekosistem peternakan, agar sektor ini mampu tumbuh berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi rakyat," pungkas Tira.