Bagikan:

JAKARTA - Roket New Glenn milik Blue Origin meledak di landasan peluncuran saat uji penyalaan mesin, Kamis malam waktu setempat. Ledakan itu mengguncang rumah-rumah di sekitar Cape Canaveral dan Cocoa Beach, Florida, serta membuat langit sempat menyala oranye.

Menurut laporan NBC News dikutip Jumat, 29 Mei, tidak ada korban luka dalam insiden di Cape Canaveral Space Force Station.

Uji penyalaan mesin adalah tes menyalakan mesin roket di landasan sebelum peluncuran. Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, mengatakan uji itu dilakukan menjelang rencana peluncuran satelit pekan depan. Penyebab ledakan belum diketahui.

“Masih terlalu dini untuk mengetahui penyebab utamanya, tetapi kami sudah bekerja untuk menemukannya,” kata Bezos melalui X, dikutip NBC News. “Hari yang sangat berat, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Ini sepadan.”

New Glenn bukan roket kecil. Tingginya 321 kaki atau sekitar 98 meter. Roket ini disiapkan untuk misi peluncuran berat, termasuk membawa pendarat Bulan bagi NASA.

NBC News melaporkan, New Glenn sebelumnya juga bermasalah pada April. Roket itu dilarang terbang setelah menempatkan satelit di orbit yang salah akibat kegagalan mesin. Orbit adalah jalur edar benda di luar angkasa. Saat itu, New Glenn baru menjalani penerbangan ketiga.

Blue Origin sebelumnya menargetkan uji terbang prototipe pendarat Bulan pada musim gugur tahun ini. Awal pekan ini, NASA juga memberi kontrak bernilai ratusan juta dolar kepada Blue Origin untuk meluncurkan dua kendaraan penjelajah Bulan dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari program Artemis, program NASA untuk kembali ke Bulan.

Administrator NASA Jared Isaacman menyebut pengembangan roket angkut berat memang sangat sulit.

“Penerbangan antariksa tidak memberi ampun, dan mengembangkan kemampuan peluncuran berat yang baru sangat sulit,” kata Isaacman melalui X. Ia berjanji memberi informasi bila ada dampak terhadap program Artemis.

Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00. Warga sekitar ramai bertanya di media sosial. Lokasi Launch Complex 36 terlihat dari pantai, sehingga foto bola api oranye cepat menyebar di internet.

Roket itu semula dijadwalkan meluncur pekan depan membawa satelit internet untuk konstelasi Amazon Leo.

Tim darurat masih berada di lokasi lebih dari satu jam setelah ledakan. Pejabat setempat menegaskan tidak ada ancaman dari asap atau potensi bahaya lain.

Pejabat Space Force juga menyatakan insiden ini tidak akan mengganggu peluncuran perusahaan lain dari landasan berbeda. Roket Atlas V milik United Launch Alliance dijadwalkan meluncur Jumat malam membawa satelit Amazon Leo, jenis yang sama dengan muatan yang semula akan dibawa New Glenn.

Elon Musk dari SpaceX ikut menyampaikan simpati. “Sedih melihat ini, saya harap kalian segera pulih,” kata Musk kepada Blue Origin melalui X.

New Glenn debut pada 2025. Namanya diambil dari John Glenn, orang Amerika pertama yang mengorbit Bumi. Roket ini jauh lebih besar dan lebih kuat daripada New Shepard, roket Blue Origin yang membawa turis ke tepi luar angkasa dari Texas.

Insiden ini menjadi pukulan bagi Blue Origin. Dalam bisnis antariksa, satu ledakan bisa membuat jadwal mundur, biaya naik, dan kepercayaan diuji. Bagi New Glenn, pekerjaan berikutnya adalah menemukan penyebab ledakan sebelum kembali terbang.