JAKARTA – NASA, melalui Pusat Penelitian Langley, menjalin kerja sama dengan United Network for Organ Sharing (UNOS). Dalam kerja sama ini, NASA akan menguji coba pengiriman organ transplantasi dengan drone.
Melalui kolaborasi ini, kedua lembaga tersebut berupaya mencari solusi transportasi pengantaran yang lebih cepat. Pasalnya, semakin cepat organ yang dibutuhkan diantar ke rumah sakit, semakin cepat juga nyawa pasien dapat diselamatkan.
BACA JUGA:
NASA akan mengevaluasi kinerja drone dalam membawa organ medis yang sangat sensitif. Untuk memastikan organ tetap aman selama penerbangan, lembaga antariksa AS tersebut akan memanfaatkan teknologi penginderaan dan sistem keselamatan yang canggih.
Uji coba perdana akan dilakukan di fasilitas CERTAIN milik NASA Langley dengan skenario penerbangan jarak jauh di luar jangkauan pandangan visual. Dengan kemampuan ini, para peneliti dapat mensimulasikan kondisi dunia nyata tanpa memerlukan pengintai di darat.
“Ini adalah kesempatan untuk menerapkan teknologi NASA Langley pada masalah dunia nyata yang dapat menyelamatkan nyawa orang-orang yang menunggu transplantasi,” kata Direktur Direktorat Penelitian Aeronautika NASA Langley, John Koelling, pada Rabu, 22 April.
Dalam tahap pengujian, NASA akan menggunakan organ hewan. Nantinya, para ahli akan memeriksa kondisi organ untuk menilai kelayakan transplantasinya. Kondisi tersebut mencakup stabilitas suhu dan potensi kerusakan jaringan akibat guncangan atau durasi perjalanan.
Jika pengujian awal berhasil, skala operasional drone akan diperluas. Hal ini akan membantu peneliti dalam menentukan apakah drone benar-benar layak menjadi standar baru dalam pengiriman medis yang membutuhkan ketepatan waktu tinggi.