JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyampaikan bahwa adopsi kecerdasan buatan (AI) di sektor keuangan menunjukkan hasil yang terukur, dengan mengubah cara kerja fungsi keuangan di perusahaan.
Ia menilai, teknologi ini tidak lagi hanya sebatas otomasi, tetapi sudah berdampak langsung pada efisiensi dan pengambilan keputusan bisnis.
BACA JUGA:
“Teknologi dan digitalisasi kini menjadi prioritas utama para CFO dalam menghadapi tahun ini. Mereka memandang AI bukan sekadar alat otomasi, tetapi sebagai motor untuk merespon perubahan pasar dan dinamika pelanggan secara lebih cepat dan presisi,” ujar Nezar dikutip Kamis, 16 April.
Ia menyebutkan berdasarkan laporan Stanford AI Index 2025, adopsi AI di dunia bisnis global meningkat signifikan, dengan 78 persen organisasi telah memanfaatkan AI dari sebelumnya hanya 55 persen saja.
Dampaknya pun terlihat nyata, dalam studi terhadap 500 perusahaan pengadopsi AI dalam proses piutang, terdapat peningkatan produktivitas hingga 82 persen serta efisiensi operasional yang dapat mencapai 60 persen.
Namun demikian, Nezar menekankan bahwa tantangan utama transformasi digital di sektor keuangan ini bukan hanya terletak pada teknologinya saja, tetapi juga dari sisi kepemimpinan dan budaya organisasi di sebuah perusahaan.
“Hambatan terbesar bukan teknologi, tetapi leadership dan budaya organisasi. Banyak inisiatif AI berhenti di tahap uji coba tanpa memberikan dampak nyata,” tegasnya.
Ia menggarisbawahi tiga tantangan strategis yang perlu diatasi oleh para pemimpin keuangan. Yang pertama jebakan pilot project, kemudian kualitas dan tata kelola data, kemudian soal kesiapan sumber daya manusia.
Ia menekankan soal kesiapan sumber daya manusia lewat pentingnya pendekatan human in the loop dalam pengembangan AI. Menurutnya, nilai sejati AI justru muncul ketika teknologi berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas manusia.
“Ini poin yang paling penting saya kira, yakni membangun manusia, bukan hanya sistem. World Economic Forum mencatat bahwa produktivitas sejati dari AI hanya tercipta ketika kemampuan manusia turut berkembang bersamanya, jadi jangan sisihkan manusia dalam proses sistem yang bertopang pada AI,” tegasnya.