Bagikan:

JAKARTA - Sebuah klaim mengejutkan datang dari sosok yang lama terlupakan dalam sejarah teknologi. Ronald Wayne, pendiri ketiga Apple, tiba-tiba menyatakan dirinya masih memegang 10% saham perusahaan—meski ia diketahui keluar hanya 12 hari setelah Apple berdiri.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara terbaru, mempertegas komentarnya sebelumnya di Computer History Museum. Wayne menegaskan bahwa dirinya tidak pernah benar-benar menjual kepemilikannya di Apple.

“Saya ada di awal, saya memainkan peran penting. Saya melakukan berbagai pekerjaan selama beberapa minggu,” ujar Wayne. “Dan sejak saat itu hingga sekarang, saya masih memegang—setidaknya menurut saya—10% saham. Saya tidak pernah menjual kepentingan saya di Apple kepada siapa pun.”

Klaim ini langsung memantik perdebatan, mengingat jika benar, Wayne secara teoritis akan memiliki kekayaan fantastis.

Klaim Bertabrakan dengan Fakta Hukum

Jika merujuk pada valuasi Apple yang sempat menyentuh 4 triliun dolar AS pada Oktober 2025, maka 10% saham setara sekitar 400 miliar dolar AS. Angka itu akan menempatkan Wayne di jajaran orang terkaya dunia, bersaing dengan nama-nama seperti Elon Musk dan melampaui Jeff Bezos hingga Mark Zuckerberg.Namun secara hukum dan historis, klaim tersebut sulit dipertahankan.

Wayne diketahui keluar dari kemitraan awal Apple—yang juga melibatkan Steve Jobs dan Steve Wozniak—dengan menerima pembayaran sebesar 800 dolar AS. Keputusan itu diambil karena ia khawatir akan risiko utang perusahaan, di mana ia bisa ikut bertanggung jawab secara pribadi.

Setahun kemudian, ketika Apple diubah menjadi korporasi oleh Mike Markkula, seluruh klaim kepemilikan sebelumnya diselesaikan secara resmi. Markkula membeli kemitraan awal senilai 5.308,96 dolar AS, yang kemudian dibagi ke tiga pendiri, termasuk Wayne, untuk memastikan tidak ada lagi klaim di masa depan.

Artinya, secara legal, Wayne telah melepaskan seluruh haknya atas Apple sejak awal berdirinya perusahaan tersebut.

Ironisnya, dokumen kontrak yang menandai keluarnya Wayne dari Apple justru menjadi artefak berharga. Pada 2011, dokumen tersebut terjual hingga 1,6 juta dolar AS—jauh melampaui apa yang pernah ia dapatkan dari keterlibatannya di Apple.

Kisah Wayne kerap disebut sebagai salah satu “keputusan paling mahal dalam sejarah bisnis.” Namun dengan klaim terbarunya, narasi itu kembali bergeser—dari sekadar penyesalan menjadi kontroversi.

Ikuti Whatsapp Channel VOI