JAKARTA – Epic Games mengumumkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 1.000 karyawannya melalui memo resmi pada Selasa, 24 Maret lalu. Langkah ini diambil untuk menstabilkan finansial perusahaan.
CEO Epic Games, Tim Sweeney, mengungkapkan bahwa pemicu utama PHK ini adalah penurunan jumlah pemain Fortnite sejak 2025 lalu. Kondisi ini menyebabkan pengeluaran operasional jauh lebih besar dibandingkan pendapatan perusahaan.
BACA JUGA:
“Penurunan jumlah pemain Fortnite berarti (menunjukkan bahwa) kami mengeluarkan biaya jauh lebih banyak daripada yang kami hasilkan,” tulis Sweeney dalam memo perusahaannya, dilansir dari TechCrunch pada Rabu, 25 Maret.
Sweeney pun menambahkan bahwa mereka memerlukan pemangkasan ini untuk menjaga pendanaan perusahaan dalam jangka panjang. Selain mengurangi staf, Epic Games juga menghemat biaya lebih dari 500 juta dolar AS (Rp8,4 triliun) di bagian kontrak dan pemasaran.
Epic Games juga telah menaikkan harga V-Bucks karena biaya operasional gim yang terus membengkak. Sweeney menekankan bahwa PHK ini tidak berkaitan penggantian peran pengembang dengan AI.
Namun, kelangkaan chip secara global turut memengaruhi daya beli konsumen. Bagi karyawan yang terdampak, perusahaan berkomitmen memberikan pesangon selama empat bulan atau lebih, tergantung masa kerjanya.
Epic Games juga akan menanggung biaya asuransi kesehatan karyawan di AS selama enam bulan ke depan. Efisiensi ini diharapkan dapat menempatkan pengembang seri Gears of War pada posisi perekonomian yang lebih stabil.