JAKARTA - Apple bersiap membuka babak baru monetisasi layanan gratisnya. Perusahaan teknologi itu dilaporkan akan mulai menyisipkan iklan pencarian di Apple Maps, dengan potensi peluncuran bagi pengguna pada musim panas 2026.
Menurut laporan Bloomberg, Apple bahkan bisa mengumumkan rencana ini secepatnya pada Maret 2026. Langkah ini menandai perubahan signifikan pada Apple Maps, yang selama ini dikenal bersih dari iklan.
BACA JUGA:
Model Iklan Mirip Google
Skema yang disiapkan Apple disebut akan menyerupai sistem milik Google. Nantinya, brand dan pelaku usaha dapat mengajukan penawaran (bidding) untuk menempatkan iklan pada hasil pencarian tertentu.
Sebagai contoh, ketika pengguna mencari restoran atau layanan tertentu, hasil teratas bisa saja merupakan lokasi berbayar—bukan semata hasil organik. Iklan ini akan muncul langsung di bagian atas hasil pencarian dan mengarahkan pengguna ke bisnis terkait.
Meski pengumuman diperkirakan dalam waktu dekat, implementasi ke pengguna diprediksi baru akan terlihat paling cepat pada pertengahan 2026, baik di aplikasi maupun versi web Apple Maps.
Langkah ini dinilai sebagai strategi logis Apple untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor layanan. Pada 2025, divisi Services Apple sudah menembus pendapatan lebih dari 100 miliar dolar AS, dengan kontribusi iklan diperkirakan mencapai sekitar 8,5 miliar dolar.
Tak berhenti di Maps, Apple juga mulai memperluas ekosistem iklan ke platform lain. Sebelumnya, perusahaan mengonfirmasi rencana penambahan slot iklan di App Store mulai Maret 2026 untuk pasar Inggris dan Jepang.
Dengan masuknya iklan ke Apple Maps, pengalaman navigasi pengguna kemungkinan akan berubah—dari sekadar mencari lokasi, menjadi ruang kompetisi baru bagi brand untuk merebut perhatian di titik paling krusial: hasil pencarian.