JAKARTA - Langkah baru Apple berpotensi mengubah pengalaman navigasi jutaan pengguna. Lewat pembaruan iOS 26.5, perusahaan ini mulai menyiapkan fitur iklan di Apple Maps—sesuatu yang sebelumnya nyaris tidak tersentuh di platform tersebut.
Kode dalam versi beta mengungkap bahwa Apple Maps akan menampilkan iklan lokal berdasarkan lokasi pengguna, pencarian, hingga tampilan peta saat digunakan. Artinya, rekomendasi tempat yang muncul nantinya tidak sepenuhnya organik—ada potensi “dorongan berbayar” dari bisnis tertentu.
BACA JUGA:
Apple menegaskan bahwa privasi tetap menjadi prioritas. Perusahaan menyebut data lokasi dan interaksi pengguna dengan iklan tidak akan dikaitkan dengan akun Apple, serta tidak disimpan atau dibagikan ke pihak ketiga.
Iklan Masuk Navigasi
Rencana ini akan mulai diuji di Amerika Serikat dan Kanada pada musim panas mendatang. Nantinya, pelaku bisnis bisa menempatkan iklan di hasil pencarian maupun di bagian “Suggested Places”, fitur baru yang menampilkan rekomendasi lokasi berdasarkan tren dan aktivitas pengguna.
Iklan tersebut akan diberi label “Ad”, mirip seperti yang sudah diterapkan di App Store. Namun, kehadirannya tetap menandai perubahan besar dalam strategi Apple yang selama ini dikenal lebih “bersih” dari iklan dibanding kompetitor.
Masuknya iklan ke Apple Maps juga mencerminkan arah baru monetisasi Apple di layanan digital. Setelah sukses dengan iklan di App Store, perusahaan kini mulai merambah area navigasi—wilayah yang selama ini didominasi pengalaman berbasis utilitas, bukan komersialisasi.
Di sisi lain, langkah ini berpotensi memicu perdebatan. Bagi pengguna, pertanyaan besarnya sederhana: apakah rekomendasi yang muncul benar-benar terbaik, atau sekadar yang paling mahal bayar iklan?