Bagikan:

JAKARTA – VPN kini menjadi aplikasi teratas yang diunduh oleh warga Australia. Hal ini terjadi setelah pembatasan usia daring diberlakukan, tetapi orang dewasa tampaknya turut terdampak pembatasan ini.

Pada Desember 2025, Australia menjadi negara pertama yang melarang penggunaan media sosial bagi remaja. Dengan hadirnya kebijakan ini, platform digital harus melakukan verifikasi usia untuk mencegah remaja mengakses konten dewasa atau materi berbahaya.

Melansir dari Reuters, tiga dari lima belas aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store merupakan layanan VPN. Temuan ini tidak mengejutkan karena banyak pengguna yang ingin melewati pemblokiran yang ditetapkan pemerintah setempat.

Namun, sejumlah orang dewasa juga terpaksa mengunduh VPN sejak aturan tersebut diterapkan. Pasalnya, pemilik jaringan situs pornografi besar seperti Aylo menutup diri dari Australia karena aturan yang dianggap tidak aman tersebut.

Aylo menentang sistem verifikasi usia dan mengatakan bahwa kebijakan ini tidak efektif. Oleh karena itu, Aylo tidak menerima pendaftaran akun baru di Australia pada platform distribusi pornografi seperti RedTube dan YouPorn.

Pemblokiran ini tidak hanya diberlakukan di Australia. Aylo mengatakan bahwa mereka menerapkan langkah serupa di wilayah lain seperti Inggris dan Prancis yang juga akan membatasi akses remaja dengan sistem verifikasi usia.

Kelompok advokasi hak digital menilai bahwa fenomena penggunaan VPN di tengah pembatasan akses bukanlah hal yang mengejutkan. Mereka berpendapat bahwa selain membuka blokir, VPN juga memberikan perlindungan privasi tambahan bagi pengguna internet.

"Harapan saya adalah mereka tidak hanya menemukan bahwa ini (VPN) berhasil untuk melihat situs internet yang vulgar, tetapi juga bahwa penggunaan VPN adalah ide yang bagus saat menjelajahi internet," kata Tom Sulston, Wakil Ketua Digital Rights Watch, dikutip pada Senin, 9 Maret.