JAKARTA – Blue Origin menghentikan program wisata ke luar angkasa dengan pesawat New Shepard selama dua tahun ke depan. Penghentian ini dilakukan agar Blue Origin dapat mempercepat pengembangan teknologi untuk pendaratan manusia di Bulan.
Sejak pertama kali program tersebut dibuka, New Shepard telah membawa 98 orang melintasi garis Kármán, garis yang ditentukan sebagai pembatas antara atmosfer Bumi dan luar angkasa. Program ini sempat menjadi sorotan dunia setelah menerbangkan selebritas ternama, salah satunya bintang pop Katy Perry.
Kini, Blue Origin lebih fokus pada upaya mendukung misi Artemis yang diinisiasi oleh NASA. Perusahaan tersebut bertekad membangun hunian manusia yang permanen dan berkelanjutan di Bulan. Dalam mengupayakan visi tersebut, Blue Origin bersaing ketat dengan SpaceX.
Kedua perusahaan antariksa besar itu sedang bersaing dengan ketat untuk memenangkan kontrak pembangunan wahana pendaratan bulan berawak. Proyek ini sangat penting karena Amerika Serikat ingin mendaratkan manusia di Bulan lebih dahulu sebelum China.
BACA JUGA:
"Kami bersedia melakukan segala cara untuk membawa NASA kembali ke permukaan bulan lebih cepat," ujar CEO Blue Origin, Dave Limp, melansir dari PC Mag pada Senin, 2 Februari.
Dengan dihentikannya program penerbangan dengan New Shepard, kesempatan masyarakat umum untuk mencoba program tersebut akan terbatas dalam beberapa tahun ke depan. Ini juga menyulitkan masyarakat yang ingin melihat Bumi dari jauh karena tidak ada perusahaan lain yang menawarkan layanan serupa dengan harga terjangkau.
Meskipun layanan wisata tersebut harus dihentikan sementara, Blue Origin tetap aktif dalam mengerjakan proyek teknologi antariksa lainnya. Baru-baru ini, mereka pun memperkenalkan TeraWave, sebuah sistem internet satelit yang diklaim dapat bersaing di bidang militer dan pemerintahan.