JAKARTA - Riset terbaru Kaspersky mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, solusi mereka berhasil menemukan 6,7 juta serangan phishing meniru toko dan pembayaran digital.
Sebanyak 97% dari 3000 responden di 15 negara termasuk Indonesia, mengaku sadar risiko keamanan, namun hanya 42% memakai solusi perlindungan.
Meski 65% yakin mampu mengenali penipuan, pakar menilai kewaspadaan saja belum cukup mencegah ancaman siber. Praktik umum masih sebatas memeriksa tautan mencurigakan dan memverifikasi penjual.
Untuk menghindari penipuan saat belanja online, Kaspersky menyarankan masyarakat untuk menerapkan praktik keamanan berikut:
- Jangan pernah menyimpan detail kartu kredit lengkap di situs web kecuali benar-benar diperlukan
- Pertimbangkan untuk menggunakan kartu debit terpisah khusus untuk pembelian online dan atur peringatan transaksi di rekening bank dan kartu kredit Anda
- Berhati-hatilah terhadap "penjualan kilat/flash sale" yang tampak terlalu bagus untuk menjadi kenyataan
BACA JUGA:
- Waspadai situs web yang menekan Anda untuk membuat keputusan cepat, dan berhati-hatilah terhadap penjual yang menolak pengembalian atau penukaran
- Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun online dan aktifkan otentikasi dua faktor jika memungkinkan
- Terapkan solusi keamanan dengan komponen anti-phishing yang kuat, yang didukung oleh teknologi AI, dan komitmen untuk melindungi kehidupan digital dan privasi pengguna
- Para penipu terus mengembangkan metode mereka, jadi tetap mengikuti perkembangan teknik phishing terbaru dapat membantu Anda mengenali dan menghindarinya.