JAKARTA – Evolusi teknologi kini tak luput dari Kecerdasan Buatan (AI). Teknologi ini bukan lagi sekadar tren, tetapi sudah menjadi kebutuhan masyarakat yang tak terlepaskan, termasuk di Indonesia.
Melihat tren ini, Artificial Intelligence Community of Indonesia (AICO) menghadirkan panduan khusus dalam memanfaatkan AI. Panduan ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat yang ingin membuat konten AI, tetapi dengan cara yang lebih bertanggung jawab.
Pada dasarnya, panduan ini lahir dari kebiasaan pengguna di dunia digital. AI sudah digunakan secara masif di berbagai lini produksi konten, mulai dari pencarian ide, penulisan naskah, penciptaan video hiper-realistis, hingga distribusi konten dalam skala besar.
Menurut AICO, laju teknologi yang cepat ini dibarengi dengan tantangan yang besar, khususnya dari segi literasi digital. Banyak masyarakat yang masih kurang memahami cara kerja dan batasan dari AI. Hal ini dinilai berpotensi melahirkan penyalahgunaan AI.
Tommy Teja, Co-Founder AICO, percaya bahwa konten berbasis AI akan semakin mendominasi ekosistem media sosial mulai tahun ini. Hal ini dapat terjadi karena algoritma platform media sosial pun ikut dipengaruhi oleh konten serupa.
BACA JUGA:
“Kreator (konten) yang tidak beradaptasi berisiko tertinggal. Padahal, AI justru membuka peluang besar karena mampu menekan biaya produksi dan mempercepat proses kerja, serta memungkinkan integrasi brand secara lebih kreatif,” kata Tommy dalam sebuah keterangan.
Namun, Tommy menekankan bahwa peluang besar ini hanya dapat digapai jika pengguna AI memiliki pemahaman yang memadai. Bagi AICO, mengedukasi masyarakat terkait pembuatan konten AI merupakan hal yang penting untuk menjembatani kesenjangan pemahaman antara AI dan masyarakat umum.
Panduan ini hadir dalam buku bertajuk Cara Bikin Konten AI. Harapannya, dengan membuat buku panduan ini, masyarakat dapat memanfaatkan AI dengan lebih bertanggung jawab. Panduan ini pun lahir sebagai bentuk komitmen AICO dalam mendampingi masyarakat yang belum beradaptasi terhadap teknologi.