Bagikan:

JAKARTA – AICO, komunitas Artificial Intelligence (AI), sukses menggelar Cosmic Affair. Ini merupakan acara matchmaking pertama di Indonesia yang menggabungkan AI dengan ilmu astrologi.

Reynaldi Francois, Co-Founder AICO, menjelaskan bahwa acara ini dilandasi oleh tingginya kepercayaan masyarakat terhadap astrologi Barat dan China. Oleh karena itu, AICO tertarik untuk memadukan ilmu tersebut dengan teknologi AI.

Cosmic Affair dihadiri oleh 120 peserta dari berbagai profesi, mulai dari pengusaha hingga pembuat konten. Untuk membantu mereka menemukan partner berbicara yang tepat, seluruh peserta diminta mengisi form khusus yang menyertakan data kelahiran.

Setelah data kelahiran dimasukkan, data tersebut diproses oleh AI yang AICO gunakan untuk menghasilkan analisis kepribadian pesertanya. Berdasarkan data yang diperoleh, AICO membentuk sistem matchmaking dengan dua format interaksi.

Format pertama adalah The Squad, yakni untuk mencari pertemanan baru dalam bentuk grup. Format berikutnya adalah The Spark, konsep matchmaking yang dibuat khusus untuk pencarian relasi atau pasangan romantis.

"Menurut aku, (data yang dihasilkan AI) ini udah sangat akurat dan sesuai dengan ilmu yang dipelajari," jelas Reynaldi dalam keterangan yang VOI terima, dikutip pada Rabu, 18 Februari. "Kita gabungkan dua ilmu astrologi (Barat dan China) buat menghasilkan algoritma yang akurat. Selama tanggal lahir dan jamnya akurat, hasilnya akan akurat."

Meski harus memasukkan data pribadi sebelum acara, Tommy Teja selaku Founder AICO memastikan bahwa data peserta akan tetap aman. Seluruh data tetap bersifat rahasia hingga akhir acara dan mereka akan menghapusnya setelah acara berakhir.

Baik Tommy maupun Reynaldi, keduanya berharap bahwa Cosmic Affair dapat menjadi eksperimen AI yang menarik. Melalui acara ini, keduanya juga ingin menunjukkan bahwa AI memiliki manfaat yang sangat penting, bahkan dalam interaksi sesama manusia di dunia nyata.