Bagikan:

JAKARTA – Nvidia membeli saham Intel, perusahaan semikonduktor yang menjadi pesaingnya. Pembelian saham ini diketahui setelah dokumen pengajuannya terungkap pada Senin, 29 Desember lalu.

Perusahaan yang dipimpin Jensen Huang itu membeli saham Intel senilai 5 miliar dolar AS (Rp83,8 triliun). Perusahaan itu membayar 23,38 dolar AS atau sekitar Rp390 ribuan untuk mendapatkan lebih dari 214,7 juta lembar saham biasa Intel.

Transaksi besar ini merupakan lanjutan dari hasil diskusi yang disepakati kedua perusahaan pada September lalu. Langkah ini dilakukan melalui mekanisme penempatan saham tertutup untuk memperkuat posisi keuangan kedua perusahaan di pasar global.

Investasi ini sangat penting bagi Intel karena mereka tengah berupaya memulihkan kondisi keuangannya. Selama beberapa tahun terakhir, Intel menghadapi tantangan besar akibat strategi yang salah dan biaya ekspansi produksi yang sangat tinggi.

Sebelum pembelian saham dilakukan, badan antimonopoli AS telah memberikan izin atas kesepakatan ini. Komisi Perdagangan Federal (FTC) pun mengeluarkan nota persetujuannya beberapa pekan lalu.

Setelah transaksi dilakukan, melansir dari Reuters, pergerakan saham kedua perusahaan menunjukkan reaksi di bursa. Saham Nvidia tercatat turun tipis sekitar 1,3 persen pada perdagangan prapasar, sementara saham Intel bergerak stabil.

Nvidia yang saat ini memegang predikat perusahaan dengan nilai pasar tertinggi di dunia terus memperkuat ekosistem teknologinya. Dukungan dana ini diharapkan mampu mempercepat proses transformasi Intel dalam industri pembuatan chip.