Bagikan:

JAKARTA - Waze akhirnya menunjukkan tanda-tanda serius mengejar ketertinggalannya dari Google Maps dengan mulai menguji fitur penanda lampu lalu lintas. Fitur yang sudah lama diminta pengguna ini dilaporkan tengah diuji secara terbatas di satu negara, menandai fase awal dari pengembangan yang selama bertahun-tahun hanya jadi wacana.

Menurut laporan GeekTime, Waze saat ini menguji tampilan lampu lalu lintas di Israel. Namun implementasinya masih sangat dibatasi. Saat navigasi aktif, aplikasi hanya menampilkan maksimal tiga lampu lalu lintas sekaligus. Strategi ini tampaknya disengaja untuk menjaga tampilan peta tetap bersih dan tidak mengganggu fokus pengemudi.

Menariknya, perilaku fitur ini berubah ketika pengguna tidak sedang bernavigasi. Dalam kondisi tersebut, Waze akan menampilkan seluruh lampu lalu lintas di sekitar lokasi pengguna, memberikan gambaran lebih luas tentang persimpangan terdekat. Ini memberi sinyal bahwa Waze masih bereksperimen mencari keseimbangan antara informasi dan kesederhanaan antarmuka.

Pengujian ini masih berada pada tahap sangat awal. Belum ada kepastian kapan fitur tersebut akan dirilis lebih luas, baik di Israel maupun negara lain, atau apakah batasan jumlah lampu lalu lintas akan dilonggarkan ke depan.

Pada Mei 2025, Waze sudah mengonfirmasi bahwa dukungan lampu lalu lintas memang masuk dalam rencana pengembangan. Mengingat Waze berada di bawah payung Google, ada spekulasi bahwa aplikasi ini bisa memanfaatkan data lampu lalu lintas milik Google Maps, yang sudah tersedia di sejumlah negara sejak 2022.

Untuk saat ini, pengguna Waze tampaknya masih harus bersabar. Google Maps masih unggul dalam fitur ini, sementara Waze baru memanaskan mesin. Tapi setidaknya, lampu hijau sudah terlihat di kejauhan.