JAKARTA - Persaingan Amerika Serikat dan Eropa dalam dunia antariksa memasuki babak baru—kali ini bukan soal teknologi roket, melainkan soal mode. Saat NASA menggandeng rumah mode mewah Prada untuk merancang spacesuit generasi terbaru, para astronot Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) justru mengenakan seragam dari merek yang jauh lebih membumi: Decathlon.
Perusahaan ritel olahraga yang dikenal dengan produk terjangkau itu mengumumkan pembuatan prototipe spacesuit intra-vehicular activity (IVA) bernama EuroSuit, yang dirancang untuk digunakan pada fase-fase kritis misi seperti peluncuran dan pendaratan. Dirancang dengan warna abu-abu gelap, EuroSuit bisa dikenakan atau dilepas tanpa bantuan dalam waktu kurang dari dua menit—sebuah terobosan baru dalam kategori IVA.
Spacesuit tersebut akan diuji oleh astronaut ESA, Sophie Adenot, dalam misinya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tahun depan. Decathlon menyebut proyek ini sebagai pembuktian bahwa inovasi perlengkapan olahraga dapat diaplikasikan pada lingkungan ekstrem seperti penerbangan luar angkasa.
BACA JUGA:
Prototipe EuroSuit menampilkan sejumlah teknologi baru, termasuk desain helm berstruktur kisi untuk menyesuaikan bentuk kepala astronaut secara presisi, serta bellows (mekanisme lipatan fleksibel) di bagian bahu, siku, dan lutut untuk memberi mobilitas maksimum di ruang sempit. Ritsleting kedap udara dengan penarik ergonomis memudahkan pemakaian, sementara panjang suit dapat disesuaikan mengikuti perubahan tinggi badan astronaut yang terjadi secara alami di mikrogravitasi.
Selama berada di ISS, Adenot akan melakukan serangkaian pengujian mulai dari mengenakan suit secara mandiri, melakukan manipulasi objek kecil, menggunakan tablet layar sentuh, hingga melepas suit. Masukan yang diperoleh akan digunakan untuk mengembangkan versi operasional lengkap EuroSuit, yang kelak akan mencakup sistem penyegelan kedap udara, tahan api, kontrol atmosfer, sistem komunikasi internal, hingga antarmuka head-up display.
Menurut Sébastien Haquet, Head of Advanced Innovation Decathlon, EuroSuit menjadi bukti kemampuan perusahaan dalam membawa keahlian desain produk dan tekstil ke medan paling ekstrem. Pembuatan suit ini melibatkan kolaborasi dengan badan antariksa Prancis CNES, startup Spartan Space, serta Institute of Space Medicine and Physiology.
Sementara itu, di sisi lain Atlantik, NASA menggandeng rumah mode ternama Prada untuk merancang komponen suit luar angkasa baru mereka, Axiom Extravehicular Mobility Unit (AxEMU). Spacesuit ini dikembangkan bersama Axiom Space dan akan digunakan dalam misi Artemis III, yang dijadwalkan membawa manusia kembali ke permukaan bulan pada 2026—momen pertama sejak misi Apollo 17 tahun 1972.
Prada, yang lebih dikenal lewat tas dan sepatu mewah, memberikan kontribusi berupa rekomendasi material khusus, fitur-fitur fungsional, hingga teknik jahit untuk meningkatkan performa suit. AxEMU dirancang untuk memberikan fleksibilitas tinggi bagi astronaut pria maupun wanita, serta memungkinkan penggunaan hingga delapan jam di permukaan bulan.
Suit ini juga dilengkapi sistem tekanan variabel, perangkat penyaring karbon dioksida, backpack life-support, lapisan luar berwarna putih terang untuk memantulkan panas, serta lapisan pelindung canggih pada helm dan visor untuk meningkatkan visibilitas.
Suit rancangan Prada dipersiapkan untuk menghadapi suhu ekstrem di kutub selatan bulan termasuk wilayah yang tidak tersinari matahari secara permanen. NASA menyebut suit baru ini sebagai desain yang "evolvable, scalable, dan adaptable" untuk misi jangka panjang di permukaan bulan maupun orbit rendah Bumi.
Dengan dua pendekatan yang sangat berbeda—NASA dengan kemewahan teknis Prada dan ESA dengan efisiensi inovatif Decathlon—perlombaan “fashion luar angkasa” kini menjadi bagian baru dari kompetisi eksplorasi manusia di luar Bumi. Namun di balik perbedaan gaya tersebut, baik EuroSuit maupun AxEMU sama-sama mewakili ambisi besar untuk menghadirkan perlindungan terbaik bagi para penjelajah ruang angkasa generasi berikutnya.