YOGYAKARTA - Pernahkah Anda bertanya-tanya dari mana asal mula energi listrik yang menggerakkan smartphone? Jawabannya terletak pada penemuan revolusioner bernama rangkaian sel Volta.
Prinsip dasar elektrokimia ini adalah kunci yang mengubah cara dunia mengakses dan memanfaatkan energi. Hal tersebut membuat penemuan Alessandro Volta ini bukan sekadar sejarah kuno.
Prinsip kerja rangkaian volta pun sangat menarik dan elegan, yaitu dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi redoks. Teknologi ini adalah fondasi bagi semua baterai modern yang kita gunakan hari ini.
Apa Itu Sebenarnya Rangkaian Sel Volta?
Dilansir dari laman Fiveable Inc, sel volta atau yang sering juga disebut Sel Galvani, adalah pabrik listrik mini yang bekerja secara otomatis. Bayangkan sebuah baterai sederhana, itulah yang dimaksud Sel Volta.
Sel volta sendiri dapat menghasilkan listrik murni dari reaksi kimia spontan (yang terjadi dengan sendirinya) di dalamnya. Komponen utamanya adalah dua lempeng logam berbeda (elektroda) yang dicelupkan ke dalam larutan kimia (elektrolit).
BACA JUGA:
Salah satu lempeng akan berkorban (Anoda, mengalami oksidasi), dan lempeng lainnya akan menerima hasilnya (Katoda, mengalami reduksi). Perbedaan ini menciptakan dorongan potensial yang memaksa elektron mengalir dan menghasilkan arus listrik.
Baca juga artikel yang membahas Jarang Dibahas! Yuk Memahami Bagaimana Listrik dari PLTA Dapat Sampai ke Rumah-Rumah
5 Fakta Penting Sel Volta yang Wajib Anda Tahu
Berikut adalah poin-poin kunci yang perlu Anda pahami tentang cara kerja Sel Volta:
-
Cara Kerja
Anoda = Pelepasan, Katoda = Penangkapan: Di Anoda, terjadi Oksidasi (pelepasan elektron). Di Katoda, terjadi Reduksi (penangkapan elektron).
-
Tegangan Dipengaruhi Beda Potensial
Besar kecilnya listrik (voltase) yang dihasilkan Sel Volta ditentukan oleh seberapa jauh perbedaan sifat kimia antara kedua lempeng logam (elektroda) yang digunakan.
-
Arah Aliran Listrik
Elektron selalu mengalir dari Anoda menuju Katoda melalui kabel atau sirkuit luar, dan aliran inilah yang menjadi arus listrik.
-
Peran Elektrolit
Larutan Elektrolit adalah jembatan yang memungkinkan ion-ion bergerak. Pergerakan ion ini sangat penting untuk menutup sirkuit agar reaksi kimia bisa terus berjalan tanpa henti.
-
Aplikasi Luas
Prinsip Sel Volta adalah dasar dari segala jenis baterai yang kita kenal, mulai dari baterai AA, baterai kendaraan, hingga proses pelapisan logam (elektroplating).
Bagaimana cara mengoptimalkan Sel Volta agar listriknya maksimal?
Untuk mendapatkan voltase (tegangan) dan daya yang maksimal, maka Anda harus memilih pasangan yang tepat, diantaranya sebagai berikut:
-
Pilihan Elektroda
Pilih pasangan logam dengan perbedaan sifat kimia terbesar (perbedaan potensial reduksi terjauh) di Deret Elektrokimia. Semakin jauh, semakin tinggi tegangan yang dihasilkan.
-
Pilihan Elektrolit
Larutan elektrolit harus memastikan ion dapat berpindah dengan mudah. Elektrolit yang baik akan meningkatkan efisiensi Sel.
-
Pengaturan Fisik
Selain itu, kita bisa memengaruhi kinerjanya dengan memperbesar luas permukaan elektroda dan mengatur konsentrasi larutan elektrolit.
-
Aplikasi Baterai
Nah, untuk kebutuhan daya yang lebih besar, beberapa Sel Volta dapat digabungkan secara seri (seperti menyusun baterai di senter) untuk melipatgandakan tegangan atau secara paralel untuk meningkatkan daya tahan.
Selain pembahasan mengenai rangkaian sel volta, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI, untuk mendapatkan kabar terupdate jangan lupa follow dan pantau terus semua akun sosial media kami!