Bagikan:

JAKARTA  — Perusahaan teknologi raksasa IBM mengumumkan pada Rabu 12 November bahwa mereka telah mengembangkan chip komputasi kuantum eksperimental baru bernama “Loon”, yang menandai pencapaian penting dalam upaya mewujudkan komputer kuantum yang benar-benar berguna sebelum akhir dekade ini.

Komputer kuantum diyakini mampu memecahkan masalah yang akan membutuhkan waktu ribuan tahun bagi komputer klasik untuk menyelesaikannya. Namun, sifat dasar mekanika kuantum yang tidak pasti membuat chip jenis ini sangat rentan terhadap kesalahan.

Memperbaiki kesalahan tersebut menjadi fokus utama banyak raksasa teknologi, termasuk Google dan Amazon, yang juga berlomba-lomba mengembangkan komputer kuantum.

Pada tahun 2021, IBM memperkenalkan pendekatan baru untuk koreksi kesalahan kuantum, dengan mengadaptasi algoritma yang awalnya digunakan untuk meningkatkan sinyal ponsel, lalu menerapkannya pada sistem yang memadukan chip kuantum dan chip komputasi klasik.

Namun, pendekatan ini memiliki tantangan tersendiri. Menurut Mark Horvath, wakil presiden dan analis di firma riset Gartner, rancangan chip IBM menjadi lebih sulit karena harus memuat tidak hanya elemen dasar chip kuantum yang disebut qubit, tetapi juga koneksi kuantum baru antar qubit.

“Ini ide yang sangat cerdas,” ujar Horvath dikutip VOI dari Reuters. “Sekarang mereka benar-benar mulai menerapkannya dalam chip, dan itu sangat menarik.”

Jay Gambetta, direktur riset IBM dan salah satu ilmuwan senior di perusahaan tersebut, mengatakan kunci dari keberhasilan ini adalah pemanfaatan Albany NanoTech Complex di New York — fasilitas yang dilengkapi dengan peralatan pembuat chip tercanggih di dunia.

Meski begitu, Loon masih berada pada tahap awal pengembangan, dan IBM belum mengungkap kapan pihak luar akan dapat mengujinya.

Selain itu, IBM juga mengumumkan chip lain bernama “Nighthawk”, yang dijadwalkan tersedia pada akhir tahun ini.

Perusahaan percaya bahwa Nighthawk akan mampu mengungguli komputer klasik dalam beberapa tugas tertentu pada akhir tahun depan, dan IBM telah bekerja sama dengan sejumlah startup serta peneliti untuk membuka kode sumbernya agar komunitas dapat menguji klaim tersebut secara independen.

“Kami yakin akan ada banyak contoh ‘keunggulan kuantum’ (quantum advantage),” kata Gambetta. “Namun kami ingin melangkah lebih jauh dari sekadar berita utama. Kami ingin membangun komunitas di mana siapa pun dapat mengirimkan kode mereka, dan komunitaslah yang menguji serta menentukan mana yang benar-benar berhasil.”