JAKARTA – IBM mengumumkan pada Jumat 24 Oktober bahwa mereka berhasil menjalankan algoritma penting untuk koreksi kesalahan komputasi kuantum menggunakan chip umum dari Advanced Micro Devices (AMD), sebuah langkah maju menuju komersialisasi komputer super-kuat.
Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu tengah berlomba dengan Microsoft dan Google (milik Alphabet) dalam pengembangan komputasi kuantum. Google sendiri baru-baru ini mengumumkan terobosan algoritma baru pada pekan ini.
Komputer kuantum menggunakan apa yang disebut qubit untuk memecahkan persoalan yang membutuhkan waktu ribuan tahun bagi komputer konvensional—seperti memprediksi reaksi triliunan atom dari waktu ke waktu. Namun, qubit sangat rentan terhadap kesalahan yang dapat dengan cepat mengacaukan hasil perhitungan chip kuantum.
BACA JUGA:
Pada Juni 2025, IBM mengatakan telah mengembangkan algoritma yang dapat dijalankan bersamaan dengan chip kuantum untuk menangani kesalahan tersebut. Dalam makalah penelitian yang akan dipublikasikan Senin mendatang, IBM menunjukkan bahwa algoritma tersebut bisa dijalankan secara real time di chip jenis field programmable gate array (FPGA) buatan AMD.
Jay Gambetta, direktur riset IBM, mengatakan bahwa hasil ini menunjukkan algoritma IBM tidak hanya bekerja di dunia nyata, tetapi juga dapat dioperasikan pada chip AMD yang mudah didapat dan tidak “terlalu mahal.”
“Menerapkannya dan membuktikan bahwa implementasinya 10 kali lebih cepat dari kebutuhan sebenarnya adalah hal besar,” ujar Gambetta dalam wawancara.
IBM memiliki rencana jangka panjang untuk membangun komputer kuantum bernama Starling pada tahun 2029. Gambetta menambahkan bahwa pengembangan algoritma yang diumumkan kali ini selesai satu tahun lebih cepat dari jadwal.
Saham IBM ditutup naik 7,88% menjadi 397,46 dolar AS (sekitar Rp6,49 juta) pada Jumat setelah pengumuman tersebut, sementara saham AMD juga naik 7,63% menjadi 252,92 dolar AS (sekitar Rp4,13 juta)