JAKARTA - Kinerja Bitcoin selama Oktober 2025 ditandai oleh volatilitas ekstrem, di Bitcoin berhasil mencapai harga tertinggi bulanan di level 126.199 dolar AS (Rp2,1 miliar) dan terendah di 103.598 dolar AS (Rp1,7 miliar).
Meskipun sempat naik, BTC akhirnya menutup bulan Oktober di harga 109.556 dolar AS (Rp1,82 miliar), mencatatkan return bulanan negatif 3,69%.
Financial Expert Ajaib, Panji Yudha, mengatakan bahwa penutupan negatif ini secara signifikan mematahkan rata-rata return historis bulan Oktober yang sangat kuat, yaitu +19,92%.
“Mengingat pasar kini telah memasuki periode November, data historis memberikan harapan sangat bullish bagi trader,” kata Panji dalam pernyataannya pada Senin, 3 November.
Menurutnya, secara historis, bulan November adalah bulan terkuat untuk Bitcoin, di mana Bitcoin berhasil mencatatkan rata-rata return bulanan yang fenomenal sebesar +42,50%.
BACA JUGA:
Sementara itu, berdasarkan data pasar terkini dari Tokocrypto, harga Bitcoin (BTC) tercatat berada di level 108.115,80 dolar AS (Rp1,8 miliar), turun 1,69% dalam 24 jam terakhir.
Penurunan harga juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain adalah sikap wait-and-see investor di tengah ketidakpastian makroekonomi global.
Selain itu, proses pencernaan data ekonomi dan kebijakan bank sentral terkait arah suku bunga, serta rotasi modal yang cenderung mengalir ke aset lain, termasuk altcoin berkapitalisasi besar.