JAKARTA - Xiaomi Corporation mengumumkan, pada kuartal kedua 2025, pendapatan perusahaan naik 30,5% secara tahunan menjadi 116,0 miliar yuan (RMB) atau setara dengan Rp262 triliun.
Jumlah pendapatan tersebut menjadikan pendapatan Xiaomi selalu melampaui 100 miliar yuan atau Rp225 triliun dalam tiga kuartal terakhir.
Laba bersih yang disesuaikan melonjak 75,4% menjadi 10,8 miliar yuan(Rp24,3 triliun), melampaui angka Rp22,5 triliun (10 miliar yuan) untuk dua kuartal berturut-turut. Hasil ini menunjukkan profitabilitas yang tangguh dan pertumbuhan tinggi yang berkelanjutan.
Perusahaan juga melaporkan bahwa ketiga bisnis inti Xiaomi seperti smartphone, kendaraan listrik pintar (smart EV), dan perangkat rumah pintar berskala besar juga mengalami pertumbuhan di Q2 tahun ini.
Smartphone
Bisnis smartphone mencatat pendapatan sebesar 45,5 miliar yuan (Rp102,4 triliun), dengan pengiriman tumbuh selama delapan kuartal berturut-turut dan mempertahankan posisi tiga besar global selama 20 kuartal berturut-turut.
Secara global, pengiriman smartphone Xiaomi mencapai 42,4 juta unit, menandai pertumbuhan positif selama delapan kuartal berturut-turut.
IoT
Segmen IoT dan produk gaya hidup membukukan rekor baru dengan pendapatan 38,7 miliar yuan (Rp87,1 triliun), naik 44,7% dibanding tahun lalu, didorong oleh kenaikan 66,2% pada pendapatan perangkat rumah pintar.
Meskipun terdapat persaingan harga yang ketat di pasar home appliances, bisnis perangkat rumah tangga pintar berukuran besar Xiaomi mencatatkan kinerja yang kuat dengan pendapatan melonjak 66,2% YoY.
BACA JUGA:
Pengiriman produk juga terus bertumbuh, dengan pengiriman AC melebihi 5,4 juta unit, naik lebih dari 60% secara YoY. Pengiriman kulkas tumbuh 25% menjadi lebih dari 790.000 unit, dan pengiriman mesin cuci naik 45% menjadi lebih dari 600.000 unit.
EV, AI, dan Inisiatif Lain
Segmen smart EV, AI, dan inisiatif baru lainnya menghasilkan pendapatan 21,3 miliar yuan (Rp47,9 triliun), meningkat tajam sebesar 234% dibanding tahun lalu. Khusus pendapatan EV saja, untuk pertama kalinya menembus 20 miliar yuan (Rp45 triliun), sehingga menjadi milestone yang penting bagi sektor bisnis ini.
Pengiriman mobil listrik Xiaomi terus meningkat, dengan total 81.302 unit kendaraan yang dikirimkan selama periode tersebut. Xiaomi Corporation juga terus memperluas jaringan penjualan dan layanannya. Per 30 Juni 2025, Xiaomi telah membuka 335 pusat penjualan mobil listrik pintar di 92 kota di Tiongkok.