Bagikan:

JAKARTA - Xiaomi Corporation berhasil melanjutkan momentum pertumbuhan yang kuat di kuartal 3 (Q3) 2025, dengan total pendapatan mencapai Rp266,4 triliun atau meningkat 22,3% YoY.

Dengan demikian, pencapaian ini membuat total pendapatan Xiaomi selama tiga kuartal 2025 mencapai Rp801,8 triliun, atau hampir menyamai total pendapatan setahun penuh pada 2024.

Xiaomi mengungkapan bahwa seluruh segmen bisnisnya menunjukkan pertumbuhan yang solid. Segmen smart EV, AI, dan inisiatif baru lainnya mencatat pendapatan mencapai Rp68,3 triliun.

Sedangkan segmen smartphone Xiaomi menunjukkan kinerja stabil, dengan pendapatan Rp108,3 triliun, dengan pengiriman global mencapai 43,3 juta unit, mencatat pertumbuhan YoY selama 9 kuartal berturut-turut.

Dari bisnis IoT dan produk gaya hidup, Xiaomi mencatat pertumbuhan stabil dengan pendapatan Rp65 triliun, naik 5,6% YoY, dan bisnis layanan internet menunjukkan meraih pendapatan Rp22,1 triliun, naik 10,8% YoY.

Xiaomi terus meningkatkan investasi pada teknologi inti yang bersifat mendasar. Pengeluaran R&D Q3 mencapai Rp21,4 triliun, naik 52,1% YoY, tertinggi sepanjang sejarah.

Total R&D tiga kuartal pertama mencapai Rp55,3 triliun (RMB23,5 miliar), dan Xiaomi memperkirakan total investasi R&D tahun 2025 akan melampaui Rp70 triliun (RMB30,0 miliar). Jumlah personel R&D mencapai 24.871, rekor tertinggi.

Di bidang model AI besar, Xiaomi juga mencapai kemajuan penting. Pada September, Xiaomi merilis Xiaomi-MiMo-Audio, model open-source large voice yang memperluas ekosistem mendasar perusahaan.

Pada November, Xiaomi meluncurkan solusi rumah pintar futuristik Xiaomi Miloco, menjadikan Xiaomi pelopor dalam pengalaman rumah pintar berbasis model besar. Xiaomi juga meluncurkan HyperOS 3, dengan peningkatan menyeluruh pada pengalaman dasar, fungsionalitas, dan kemampuan AI.

Peluncuran pabrik Smart Home Appliance melengkapi trifecta manufaktur pintar Xiaomi mulai dari smartphone, smart EV, dan home appliance, mempertegas kepemimpinan Xiaomi di setiap sektor.