Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran strategis dalam rantai pasok global kecerdasan artifisial (AI).

Nezar menyatakan bahwa perubahan global dalam industri semikonduktor dan AI membuka ruang bagi Indonesia untuk menentukan posisi yang lebih kuat dalam ekosistem tersebut.

“Semikonduktor ini bukan lagi komponen elektronik, tapi dia sudah menjadi semacam infrastruktur kedaulatan pada hari ini. Dan dia adalah bahan bakar bagi setiap model AI yang dilatih, setiap data center yang dibangun, dan setiap sistem pertahanan yang dioperasikan,” kata Nezar dalam siaran resminya.

Dengan demikian, Nezar menilai, Indonesia memiliki kekuatan yang dibutuhkan tersebut, mulai dari sumber daya mineral, energi, dan bonus demografi yang ada.

“Kita penghasil timah terbesar di dunia. Dan timah adalah bahan kunci dalam proses pembuatan chips,” ungkapnya.

Selain itu, Indonesia juga memiliki cadangan pasir silika dalam jumlah besar yang menjadi bahan dasar silikon, komponen utama dalam industri semikonduktor.

Sedangkan dari sisi energi, ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki kelebihan renewable energy. “Listrik kita produksinya cukup banyak, bahkan setahun yang lalu melimpah, surplus energi listrik,” ujarnya.

Selain sumber daya alam dan energi, Indonesia juga memiliki kekuatan pada jumlah penduduk usia produktif yang besar. Indonesia dikatakan memiliki 285 juta jiwa dengan usia rata-rata 30 tahun, paling besar di Asia Tenggara.

Dengan kombinasi sumber daya, talenta, dan strategi yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk bertransformasi dari pasar menjadi pemain dalam rantai pasok global AI.