JAKARTA - NVIDIA mengumumkan langkah besar dalam memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (AI) dengan membangun sejumlah pabrik superkomputer AI di berbagai kota di Amerika Serikat. Pabrik-pabrik ini dijadwalkan akan mulai beroperasi penuh tahun depan dan akan menjadi tulang punggung dalam mendukung berbagai aplikasi AI di seluruh dunia.
Setelah memulai produksi chip barunya di Phoenix, Arizona, NVIDIA kini melanjutkan ekspansinya dengan menggandeng para raksasa semikonduktor seperti TSMC dan Foxconn. Chip berbasis arsitektur Blackwell—generasi terbaru NVIDIA—sudah mulai diproduksi massal di pabrik milik TSMC di Arizona.
Selama ini, hampir seluruh chip kelas atas yang digunakan di komputer dan perangkat AI diimpor dari Taiwan, dengan TSMC sebagai pemain dominan global. Ketergantungan ini sempat terguncang saat pandemi COVID-19, yang menyoroti rapuhnya rantai pasok global.
Sebagai respons, pemerintah AS mendorong produksi dalam negeri, dan pembangunan pabrik-pabrik TSMC di Arizona menjadi tonggak penting. Kini, dengan dukungan dari perusahaan-perusahaan seperti Amkor dan SPIL untuk proses pengemasan dan pengujian, seluruh rantai pasok chip canggih mulai bisa dikelola secara lokal di AS.
BACA JUGA:
Apa Itu Superkomputer AI?
Meningkatnya kebutuhan akan teknologi AI mendorong lahirnya jenis komputer baru—superkomputer AI. Chip standar atau bahkan GPU tidak mampu menangani beban komputasi AI secara optimal. Untuk itu, NVIDIA mengembangkan chip khusus yang dirancang secara spesifik untuk tugas-tugas AI.
Superkomputer AI ini akan diproduksi di dalam negeri melalui pabrik-pabrik baru NVIDIA, termasuk yang sedang dibangun di Houston dan Dallas. Proyek ini diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja dan menjadi bagian penting dari kebangkitan industri manufaktur AS.
NVIDIA tidak bekerja sendiri. Selain TSMC dan Foxconn, perusahaan seperti Wistron, Amkor, dan SPIL turut ambil bagian dalam proyek besar ini. TSMC menangani produksi chip, Amkor bertanggung jawab atas pengemasan, dan SPIL menangani pengujian serta perakitan.
Dengan dukungan jaringan mitra ini, AS akan segera memiliki kemampuan untuk memproduksi chip semikonduktor tercanggih secara mandiri dari awal hingga akhir—sebuah lompatan besar dalam peta teknologi global.