Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan arti penting kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) dan data sebagai kunci transformasi sektor pertanian Indonesia. 

Maka dari itu, Nezar menekankan perlunya pemerataan akses internet ke seluruh wilayah di Indonesia, termasuk pedesaan, yang menjadi fondasi untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan. 

“Untuk benar-benar memanfaatkan kekuatan AI dan data, infrastruktur digital yang tangguh sangatlah penting. Ini termasuk akses broadband yang merata serta platform digital yang inklusif bagi petani dan pelaku usaha agri-food,” kata Nezar pada Selasa, 29 Juli dalam siaran resminya. 

Menurutnya, transformasi digital, bukan sekadar mengikuti tren, melainkan keharusan strategis untuk menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.

Ia mencontohkan bagaimana teknologi seperti sensor cerdas, drone, otomasi, dan analitik prediktif mampu meningkatkan efisiensi produksi, mengurangi limbah, serta memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.

“AI dan data bisa merevolusi seluruh ekosistem agri-food kita,” tegasnya.

Sementara itu, Nezar menyatakan, Kementerian Komdigi tengah mengakselerasi pembangunan infrastruktur digital di desa, mendorong literasi data, serta menggandeng kampus seperti UGM untuk riset, pelatihan, dan pengembangan solusi pertanian berbasis teknologi.

Oleh karena itu, Wamenkomdigi Nezar Patria mengajak semua pihak, terutama akademisi dan petani, untuk bergotong-royong mendorong kedaulatan pangan nasional.

“AI dan data adalah jembatan menuju masa depan pertanian Indonesia yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.