JAKARTA – CEO Duolingo Luis von Ahn menanggapi kritikan yang pernah diterima perusahaannya pada April lalu. Saat itu, Duolingo dikritik publik karena beralih ke teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Ahn pernah membuat memo mengenai Duolingo yang akan mengoptimalkan platform dengan AI. Ia pun menekankan bahwa aplikasi pembelajaran bahasa itu akan lebih 'mengutamakan AI' di masa depan.
Dalam wawancara terbaru, Ahn mengatakan bahwa publik menyalahpahami memo tentang AI yang ia bagikan beberapa bulan lalu. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena ia kurang memberikan konteks yang cukup.
"Secara internal, ini tidak kontroversial," kata Ahn kepada New York Times. "Secara eksternal, sebagai perusahaan publik, beberapa orang berasumsi bahwa ini (peralihan ke AI) hanya untuk mencari keuntungan."
Ahn menambahkan bahwa dugaan penggunaan AI untuk memberhentikan karyawan merupakan hal yang tidak benar. Ia menegaskan bahwa 'itu bukan tujuannya'. Ia meyakini bahwa publik membuat asumsi yang salah mengenai perusahaannya.
BACA JUGA:
Pemimpin Duolingo itu menyatakan bahwa mereka 'tidak pernah memberhentikan karyawan tetap', bahkan tidak berniat melakukannya. Namun, Ahn tidak menyangkal bahwa mereka telah memangkas tenaga kerja di bagian kontraktornya.
"Sejak awal ... tenaga kerja kontraktor kami (jumlahnya memang) naik-turun, tergantung kebutuhan," jelas Ahn. Untungnya, kritikan yang diterima Duolingo tidak berdampak besar pada laba perusahaan.
Meski sempat dikritik banyak pihak, Ahn optimis dengan potensi AI dalam pembelajaran bahasa. Setiap Jumat pagi, tim Duolingo bahkan memiliki sesi khusus bernama frAI-days untuk bereksperimen dengan teknologi yang mereka kembangkan.